Pemerintah Akan Bagikan 500.000 Rice Cooker Gratis, DPR : Emak-emak Lebih Butuh Harga Pangan Murah

Rice Cooker Gratis.
FOTO ILUSTRASI : Pemerintah akan membagikan 500.000 rice cooker gratis kepada masyarakat mulai November 2023 ini.

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Jakarta – Pemerintah menganggarkan Rp340 miliar untuk pengadaan alat memasak berbasis listrik (rice cooker) gratis bagi 500.000 calon penerima manfaat. DPR RI menilai emak-emak lebih membutuhkan harga pangan murah daripada bantuan rice cooker.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati menyoroti munculnya program bantuan alat masak nasi (rice cooker) gratis di saat harga beras melambung tinggi. Menurut Kurniasih, dari aspirasi masyarakat yang diterima, yang dibutuhkan emak-emak saat ini adalah harga pangan murah dan terjangkau, bukan bantuan alat masak yang memakan anggaran besar.

“Sederhana saja, saat ini harga beras lagi tinggi-tingginya. Yang diperlukan emak-emak hari ini adalah pangan murah, itu saja. Kendalikan harga pangan agar terjangkau dan murah, itu lebih prioritas dibandingkan program bagi-bagi rice cooker yang menelan anggaran besar ini,” ujar Kurniasih dalam keterangannya di Jakarata.

Pengadaan Alat Memasak Berbasis Listrik ini dianggarkan Rp340 Miliar untuk 500.000 calon penerima manfaat. Menurut Kurniasih, emak-emak akan lebih terbantu dengan subsidi bantuan harga pangan pokok untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga :   Komisi IX DPR RI : Daerah Perlu Membuat Perda Tenaga Kerja Asing

Kurniasih menuturkan salah satu menteri meminta agar masyarakat beralih tidak mengonsumsi beras ke ubi-ubian melihat melambungnya harga beras. Namun, kementerian lain justru memberikan bantuan alat memasak nasi dengan anggaran besar.

“Rakyat diminta makan ubi-ubian karena beras mahal, namun diberikan bantuan alat memasak nasi. Daripada tidak sinkron kebijakan, pastikan harga pangan pokok terjangkau. Itu saja yang dibutuhkan mak-mak Indonesia,” kata Politisi Fraksi PKS ini.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelumnya telah menerbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2023 tentang Penyediaan Alat Memasak Berbasis Listrik Bagi Rumah Tangga. Sebagai turunannya telah diterbitkan pula Petunjuk Teknis Penyediaan Alat Memasak Berbasis Listrik (AML) melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 548.K/TL.04/DJL.3/2023.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Jisman P. Hutajulu menyampaikan program pemberian AML di tahun 2023 merupakan insentif kepada rumah tangga yang memenuhi kriteria tertentu. Tujuan program ini adalah untuk menjamin akses energi bersih yang terjangkau, andal dan berkelanjutan.

“Selain itu program ini bertujuan mengurangi impor LPG yang digunakan untuk memasak, meningkatkan konsumsi listrik perkapita, serta mendukung teknologi memasak yang lebih bersih,” ujar Jisman dalam keterangan resminya.

Baca Juga :   Pro-kontra Wacana Perpanjangan Jabatan Kepala Desa, Begini Pandangan Politisi Senayan

Jisman melanjutkan program penyediaan AML sebanyak 500.000 unit pada tahun 2023 di seluruh Indonesia berpotensi meningkatkan konsumsi listrik sekitar 140 GWh setara dengan kapasitas pembangkitan 20MW. Program ini juga berpotensi menghemat LPG sekitar 29 juta kilo atau setara 9,7 juta tabung 3kg.

Target rumah tangga penerima AML, jelas Jisman adalah pelanggan PLN atau PLN Batam berdaya 450 VA s.d. 1.300 VA yang berdomisili di daerah tersedia listrik 24 jam menyala, rumah tangga tersebut tidak memiliki AML. Bantuan akan mulai disalurkan pada awal November 2023.

“Program ini akan bermanfaat kepada pelanggan yang dapat menurunkan biaya sebagian memasak yang sebelumnya menggunakan LPG. Untuk Pemerintah, program ini dapat mengurangi subsidi impor LPG 3kg yang digunakan untuk memasak. Bagi PLN program ini dapat meningkatkan penjualan listrik,” pungkas Jisman.(suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *