20 Tahun Jadi TKI Pulang Jadi Mayat

SuaraBanyuurip.com - Totok martono

Lamongan- Surip, Warga Sambangan, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, ditemukan tewas di wilayah Kebomas, Kabupaten Gresik. Pria itu sudah dua puluh tahun meninggalkan rumah untuk berpamitan menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Kabar kematian Surip itu diketahui pertama oleh Kades Sambangan, Sulaiman. Dia mengaku, mendapatkan telepon dari Polsek Kebomas pada Kamis (3/4/2014) kemarin, yang menginformasikan warganya bernama Surip ditemukan meninggal di wilayah tersebut.

“Antara percaya dan tidak, saya datang ke Polsek Kebomas bersama salah satu keluarga Surip hari itu juga,“ kata Sulaiman kepada suarabanyuurip.com, Jumat (4/4/2014).

Hasilnya, setelah melihat langsung mayat yang disimpan di rumah sakit Kebomas, kades bersama keluarga korban memastikan jika mayat tersebut adalah Surip. Malam itu mereka membawa mayat Surib kedesa Sambangan untuk dimakamkan.

Informasi yang diperoleh di lapangan, Surip awalnya meninggalkan rumah berpamitan untuk menjadi TKI di Malaysia. Selama 20 tahun meninggalkan kampung halaman, Surip tak pernah memberikan kabar kepada keluarga. Waktu itu dia berangkat tidak menggunakan jasa penyalur TKI legal.

Baca Juga :   Saat Indehoi Pasangan Mahasiswa Digerebeg

Selama itu Istrinya, Wati dan dua anaknya cukup sedih dan gelisah memikirkan nasib Surip yang tak ada kabarnya di perantauan. Namun setelah bertahun-tahun tidak kunjung ada kabar, seiring perjalanan waktu, Wati mencoba melupakan sang suami dan akhirnya terpaksa menikah lagi.

Menurut salah satu kerabat yang tak mau disebut namanya, saat meninggal kondisi Surip cukup memprihatinkan. Tubuhnya kurus kering dan kaki kanannya telah diamputasi akibat mengidap penyakit kencing manis parah. Tidak betah hidup di panti jompo, Surip kemudian kabur dari pantai dan memiih tinggal di Gresik dengan menjadi pengemis dilampu merah.

“Ternyata setelah sekitar sepuluh tahun bekerja di Malaysia, Surip pergi ke Jakarta. Hidupnya cukup sengsara di Malaysia. Kemudian bekerja serabutan di Jakarta, bahkan pernah ditampung di salah satu pantai jompo di Jakarta,“ ujarnya.

“Sebelum meninggal dunia,dirinya berpesan agar nanti keluarganya di Sambangan diberitahukan keberadaannya kalau sudah meninggal dunia,” ujar Sumber tadi. (Tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Tingkatkan Efektifitas Komunikasi Publik, PPPOMN BPOM Adakan Workshop Branding Medsos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *