Butet Akan Ramaikan Giling Perdana PG Blora

SuaraBanyuurip.comAli Musthofa

Blora – Seniman kondang, Butet Kertarajasa, dan Jaduk Ferianto, akan meramaikan giling tebu perdana pabrik gula Blora, PT Gendis Multi Manis (GMM), di Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah pada akhir Mei hingga awal Juni 2014 mendatang.

Selain itu dalam perhelatan tersebut akan disuguhkan seni tradisional khas Blora. Diantaranya, seni Barong, Tayub, Wayang Kulit, panggung musik, hingga ritual ambengan yang menjadi tradisi warga setempat.

Presiden Direktur PT GMM Blora, Kamajaya, menginginkan acara digelar dengan meriah, dan  nantinya bebas dari bendera partai politik. Hal itu belajar dari pengalaman  kunjungan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, beberapa waktu lalu ke PG Blora dimana di jalan dari Desa Gagakan, Kecamatan Kunduran hingga lokasi pabrik di Todanan banyak bendera partai politik yang dipasang.

“Kita akan kemas acara ini sedemikian menarik. Namun tentu saja hal ini nanti akan kita konsultasikan dengan Bupati Blora Djoko Nugroho dan jajaran Muspida lainnya. Sebab menyangkut segi keamanan pabrik gula, dan keamanan para tamu undangan yang sangat penting,” ucapnya.

Baca Juga :   Pertamina Himbau Warga Isi BBM di SPBU Resmi

Sementara itu, Butet Kertarajasa yang juga hadir dalam diskusi persiapan giling perdana PG GMM mengungkapkan, dasar berfikir ritual tradisi merupakan kerjasama semangat kesetaraan. Prinsip kesetaraan ritual tradisi dan lintas iman.

“Harus mengusung semangat pluralisme. Yakni aspek spiritual tradisi religius dan juga keinginan hiburan rakyat Kabupaten Blora,” tuturnya.

Acara diskusi yang memakan waktu tiga jam tersebut juga dihadiri Pentolan Group Sahita Jaduk Ferianto, Kamajaya, mantan Sekda Pemkab Blora Bambang Sulistya, Kepala Kantor Ketahanan Pangan, Gundala Wijasena, dan jajaran pengurus DPC Asosiasi Petani Tebu Republik Indonesia (APTRI) Blora.

Pada kesempatan itu Jaduk menyampaikan, acara yang direncanakan akan mendatangkan sebanyak 40 ribu orang itu akan dikonsep dengan berbagai seni pertunjukan. Termasuk ritual ambengan seperti saat acara sedekah bumi Desa Tinapan, Kecamatan Todanan.

”Nanti ada arak-arakan dari Sedulur Sikep Blora yang menganut prinsip; demen, becik, rukun, seger, waras, dan memuat simbol petani tebu Kabupaten Blora. Salah satunya adalah pembuatan replika tebu berjumlah 16 seperti jumlah kecamatan di Blora,” ucapnya.

Baca Juga :   Korban Banjir Disuruh Ambil Bantuan Sendiri

Bambang Sulistya juga  mengusulkan supaya acara giling perdana tebu tersebut harus memuat sifat-sifat yang inginkan oleh masyarakat kecil. Sifat itu menurutnya harus memenuhi unsur kesederhanaan, kejujuran, kebaikan, dan keberanian.

“Ini yang nanti akan menunjukkan ciri khas Blora. Termasuk penganut sedulur sikep atau umumnya yang disebut wong samin dengan ikon tokohnya Samin Surosentiko,” tuturnya.(ali)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *