Air Hotel Aston Bojonegoro Tak Layak Konsumsi

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Kualitas air baku yang digunakan Hotel Aston Bojonegoro City di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ditengarai buruk sehingga tak layak dikonsumsi. Sebab air yang digunakan hotel bintang tiga itu mengandung garam cukup tinggi.

Kandungan garam cukup tinggi yang terlarut dalam air di Hotel Aston itu ditemukan oleh Tim WasDal Banyu Urip SKK Migas saat melakukan tugas lapangan ke Proyek Banyuurip pada Pebruari 2014 dan menginap di hotel bintang di Jalan MH Thamrin No. 100 Bojonegoro tersebut.

Pada saat menginap itu, salah satu Tim WasDal mengamati bahwa saat air keran di Hotel di rebus untuk keperluan minum. Hasilnya, terdapat endapan putih setelah temperatur air mencapai temperatur ruang. 

“Akhirnya saya bawa sampel air sejumlah 1,5 liter ke Bandung dan ditest pada Laboratorium Kualitas Air Institute Teknologi Bandung,” ujar anggota Tim WasDal Banyu Urip, Sanggono Adisasmito melalui surat disertai lampiran hasil tes Laboratorium ITB yang dikirimkan kepada suarabanyuurip.com.

Sesuai hasil tes laboratorium yang dilakukan ITB, lanjut Sanggono, kesimpulan utama dari kualitas air Hotel Aston adalah Nilai Total Dissolved Solid (TDS – Sifat Fisika Nomor 2) sangat tinggi.  Hal itu berarti bahwa banyak garam terlarut pada air tersebut.  Kesimpulan berikutnya adalah Nilai Kesadahan (sebagai CaCO3 – Sifat Kimia Nomor 3) – cukup tinggi.

Baca Juga :   SI Selidiki Asal Semen Curah

“Hal ini mengkonfirmasi kembali bahwa kandungan garam terlarut, relatif tinggi,” imbuhnya.

Sanggono merekomendasikan agar menggunakan air minuman dalam kemasan (AMDK) apabila merebus air untuk keperluan minum di Hotel Aston Bojonegoro. “Kita juga sudah mengingatkan kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terkait kualitas air yang digunakan oleh Hotel Aston Bojonegoro City,” tegas dia.

Sanggono mengungkapkan,  dua tahun lalu pihaknya juga melakukan sampling air dari Wisma Griya Dharma Kusuma (GDK), hotel milik Badan Usaha Milik Daerah Bojonegoro.  Hasilnya juga serupa.

“Kesimpulan saya, air PDAM Bojonegoro memang kadar TDS nya tinggi.  Hal ini disebabkan oleh tingginya kadar garam dari sumber penyediaan air baku di Bojonegoro,” tegasnya.

Dia menambahkan, dengan mutu air seperti itu dapat menyebabkan serangan gangguan ginjal bagi orang yang mengkonsumsinya.

Dikonfirmasi terpisah, Director of Sales Aston Bojonegoro City Hotel , Sadang Purwanti, menyampaikan, untuk air yang dipergunakan oleh Aston Bojonegoro untuk tamu dikamar sudah memenuhi Standar Air Bersih sebagaimana Aturan PERMENKES no. 416 tahun 1990.
Untuk Air dikamar ( shower + wastafel ) memang tidak disarankan untuk digunakan sebagai air minum.

Baca Juga :   Dampak Kenaikan Harga BBM, Armada Bus Naikkan Tarif Penumpang

“Untuk itu kami sudah menyediakan air minum dalam kemasan di setiap kamar,” tegasnya.

Menurut dia, untuk hasil test yang dilakukan oleh ITB yang menggunakan standard air minum, seharusnya test yang dilakukan adalah test dengan standard air bersih.

“Karena sebagaimana penjelasan saya diatas, bahwa air di shower dan di wastafel memang bukan untuk diminum,” sergah Sasa-panggilan akrab Sadang Purwanti.

Sasa menegaskan, untuk air di kamar mandi sudah sesuai dengan standard air bersih yang distandardkan oleh pemerintah. Selain itu juga selalu melakukan uji standard air bersih yang dilakukan oleh ITS dan BARISTAN.

“Untuk uji melalui BARISTAN adalah standarisasi yang kami ikuti dari MCL,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *