Tidak Ada Uang Tak Dicoblos

SuaraBanyuurip.comAthok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro – Money politic atau politik uang bagi masyarakat bukan lagi hal yang tabu. Termasuk di kalangan warga proyek Banyuurip, Blok Cepu yang bersentra di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Sejumlah warga mengaku, tidak akan menggunakan hak suaranya pada pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pileg) yang kurang dua hari lagi kalau tidak ada yang memberi uang. Mereka mempertimbangkan, rata-rata para Caleg yang terpilih akan melupakan pemilihnya. Oleh karenanya berkembang pemahaman dari warga, uang dari Caleg merupakan imbal balik kepada warga yang memilihnya. 

“Kalau tidak ada uangnya ya mending tidak, Mas,”ujar Novi, salah satu warga Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro kepada Suarabanyuurip.com, Senin (7/4/2014).

Menurut dia, dengan adanya uang setidaknya ada semacam timbal balik bagi warga. Sebab, jika para calon telah terpilih cenderung akan melupakan warga masyarakat.

“Kalau dikasih uang kita kan tidak enak kalau tidak nyoblos. Kita yang telah memilih paling setelahnya sama saja, warga kembali dilupakan,” kelakarnya.

Baca Juga :   Gelar Pelatihan Daur Ulang Sampah

Dia mengungkapkan, pada pemilihan periode sebelumnya sejumlah warga mengaku telah mendapat uang untuk mencoblos calon tertentu, namun demikian sebagian tidak mendapat apa-apa, sehingga memicu kecemburaun diantara warga.

“Makanya kalau tidak ada uang ya tidak nyoblos,” ucapnya. (roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *