SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) 9, Kabupaten Tuban dan Bojonegoro, dilaporkan ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Tuban oleh salah seorang warga atas dugaan money politic.
Caleg tersebut, adalah Armaya Mangkunegara, dari Partai Demokrat (PD), dengan nomor empat. Armaya, disebut-sebut telah melakukan pelanggaran kampanye saat hari tenang. Yaitu dengan menyuruh seseorang untuk melakukan pembagian uang sebesar Rp40 ribu kepada warga, berikut materi kampanye dirinya pada, Selasa (8/4/2014), pagi tadi.
Divisi Penanganan dan Penindakan Pelanggaran Pemilu (P4) Panwaskab Tuban, Edy Toyibi, mengatakan, kalau laporan datang dari Panwascam Semanding. Dimana ada seorang warga Rasno Widodo, asal Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, melaporkan kepada Panwascam setempat ada orang yang tak dikenal membagikan uang pecahan Rp5 ribu dengan jumlah total Rp40 ribu.
“Menurut warga, uang ini diberikan beserta kartu nama yang lengkap bertuliskan gambar, nama, dan nomor urut, †jelas Edy Toyibi, ketika berada di ruang kerjanya.
Edy mengatakan, warga tidak ada yang mengenal siapa orang yang membagikan uang dan kartu nama tersebut. Warga hanya menjelaskan ciri-cirinya, yaitu orang tersebut mengenakan kemeja batik dan berpakaian rapi. Pria tersebut, tiba-tiba saja mengetuk pintu rumah usai shalat shubuh. Tanpa banyak bicara langsung memberikan uang tersebut kepada warga.
“Warga tidak ada yang kenal (siapa pembagi uang), hanya menjelaskan kalau orang tersebut mengenakan batik dan membagikan uang terus pergi,†tandas Edy.
Kendati demikian, Edy Toyibi mengatakan, Panwaskab akan memanggil Caleg yang bersangkutan. Untuk melakukan pemeriksaan dan juga mengklarifikasi adanya foto Caleg yang beredar disertai dengan uang tunai tersebut.
Ketika dikonfirmasi, Caleg DPR RI Dapil 9 Kabupaten Tuban-Bojonegoro, Armaya Mangkunegara, menyangkal adanya politik uang yang dia lakukan. Bahkan dia mengatakan, kalau hal itu merupakan bentuk kecurangan seseorang yang ditujukan untuk menjatuhkan dirinya.
“Saya tidak pernah membagikan uang, itu lawan (yang membagikan),†kata Armaya, ketika dihubungi melalui ponselnya. (edp)