SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Gambar Calon Anggota Legislatif (Caleg) baik DPRD kabupaten, provinsi, maupun DPR RI yang terpampang di setiap jalan beberapa waktu lalu, ternyata tak mengundang simpati warga sekitar ladang minyak Tiung Biru (TBR) di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro, Jawa-Timur.
Pantauan di lapangan menyebut, tak simpatinya mereka karena sudah memosi tidak percaya kepada wakil rakyat yang sudah duduk di kursi Dewan sebelumnya yang tidak memperhatikan nasib masyarakat selama ini. Utamanya kaum petani yang setiap tahunnya semakin terpuruk. Akibatnya wacana yang berkembang di desa-desa adalah tentang siapa yang memberikan uang itu yang akan dipilih.
Seorang warga Desa Kalisumber, Rawuh, mengaku, rumor yang beredar di kalangan warga sekitar TBR menyatakan, warga tak tertarik dengan Caleg yang gambarnya sudah terpampang di setiap pinggir jalan beberapa waktu lalu. Bahkan, warga tidak akan menggunakan hak suaranya pada pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pileg) besuk Rabu (9/4/2014), kalau tidak ada yang memberi uang.
“Pertimbangan mereka, rata-rata para Caleg yang terpilih akan melupakan pemilihnya. Oleh karenanya berkembang pemikiran dari warga, uang dari Caleg merupakan imbal balik kepada warga yang memilihnya. Atau sebagai ganti uang lelah tidak beraktifitas bekerja di ladang maupun sawah,” kata Rawuh kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (08/04/2014).
Menurut Winarti, warga Kalisumber lain, dengan adanya uang setidaknya ada semacam timbal balik bagi warga. Sebab, jika para calon telah terpilih cenderung akan melupakan warga masyarakat.
“Terpenting kita tidak minta, dan kalau dikasih uang kita terima juga berangkat nyoblos. Biasanya yang sudah-sudah kita memilih paling-paling warga ya kembali dikesampingkan lagi, Pak,” ungkapnya.
“Kalau tidak ada uang ya males berangkat ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Kecuali nanti Pemilihan Presiden pasti banyak warga yang menggunakan hak suaranya,” imbuh Winarti menerangan. (sam)