Warga Enggan Mencoblos Calon DPD

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan- Banyak warga di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mengaku tidak mencoblos calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) pada pemilihan umum legislatif (Pileg) 2014, Rabu (9/4/2014).
Sejumlah warga yang ditemui suarabanyuurip.com usai menggunakan hak pilihnya mengaku, hanya mencoblos calon anggota DPRD, DPRD Provinsi dan DPR RI, namun tidak mencoblos calon anggota DPD.

“Saya ndak tahu harus nyoblos siapa. Soalnya bingung,“ kata Lastri warga Menongo, Kecamatan Sukodadi.

Menurutnya, setelah mencoblos calon anggota dewan, dan hendak mencoblos calon anggota DPD yang berjumlah 50 orang dirinya tidak tahu harus menjatuhkan pilihan kepada siapa. “Kartunya saya lempit kembali. Tidak saya coblos,“ ujarnya.

Warga lainnya di Desa Sambangan, Kecamatan Babat, Parto mengaku juga tidak mencoblos calon anggota DPD. “Ndak ada yang kenal. Selama ini tidak ada tim sukses yang mengenalkan anggota DPD ke warga,” tambahnya.

Berbeda dengan warga lainnya, Basuki. Menurutnya dirinya memilih anggota DPD karena fotonya yang nyentrik. “Saya lihat ada salah satu foto yang nyentrik. Itu yang saya coblos,“ ujarnya.

Baca Juga :   Batalkan Sepihak, Pimpinan DPRD Bojonegoro Pertanyakan Dasar Pencabutan BKD

Ditanya siapa nama foto yang dicoblos tadi, Basuki mengaku tidak tahu karena tidak sempat membaca.

Di bandingkan dengan calon anggota legislatif DPRD, DPRD Propinsi dan DPR RI yang  gencar melakukan kampanye hingga kepelosok-pelosok desa, calon anggota DPD sepi dari kampanye. Jangankan turun langsung kemasyarakat, tidak adanya tim sukses yang mensosialisasikan calon anggota DPD yang menjadikan warga enggan mencoblos kartu suara DPD.(tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *