Jalan Rusak Provinsi di Blora Diperbaiki

SuaraBanyuurip.comAli Musthofa

Blora – Perawatan rutin kerusakan jalan provinsi oleh Balai Pelaksana Teknis (BPT) Dinas Binamarga Provinsi Jawa Tengah terus dikebut. Setelah menangani kerusakan di ruas jalan sekitar pos Ngancar Kecamatan Tunjungan sejauh 4 kilometer, kali ini penanganan berlanjut di ruas jalan dari jembatan hingga perempatan pudak.

Lubang jalan dari jembatan pudak hingga perempatan Pudak Kecamatan Ngawen mencapai 200 lubang. Masing-masing lubang berkedalaman 50 sentimeter dengan diameter 1,5 hingga 3 meter. Titik kerusakan yang tergolong parah ini diakibatkan banyaknya kendaraan yang lewati di areal jalan tersebut.

Salah seorang pekerja, Suwarji, menerangkan, penanganan lubang jalan provinsi yaitu diaspal hotmix. Caranya lubang jalan diurug menggunakan batu kricak hitam kecil-kecil lalu digilas selender kemudian disiram menggunakan aspal goreng.

“Untuk jalan yang miring dan bergelombang juga kita urug supaya rata dengan permukaan yang masih mulus. Sebab tipikal topografi tanah di Blora tergolong labil,” tuturnya.

Ia menargetkan pekerjaan tersebut bakal rampung selama satu minggu. Setelah itu penanganan akan dilanjutkan di ruas jalan dari pertigaan Desa Tremburejo Kecamatan Ngawen. Yang mana lokasi jalan provinsi tersebut juga terdapat puluhan lubang hingga depan Gudang pupuk PT. Petrokimia Gresik sejauh 3 kilometer.

Baca Juga :   453 ASN di Bojonegoro Pensiun Tahun 2024

“Setelah jalur tersebut selesai akan kita lanjutkan di ruas jalan Blora-Cepu. Titik tersebut berlokasi di depan rumah pribadi Ketua DPRD Kabupaten Blora Maulana Kusnanto hingga sekitar pos Cabak Kecamatan Jiken,” tuturnya.

Secara terpisah Kasi Jalan BPT Dinas Binamarga Provinsi Jawa Tengah, Purwadi, menerangkan, semua proyek penanganan kerusakan jalan provinsi saat ini sedang dikebut. Itu mulai di jalan provinsi jalur selatan jalan dari Kecamatan Randublatung hingga Kecamatan Kradenan.

“Proyek itu cor beton lagi melanjutkan pekerjaan tahun lalu. Juga pelebaran jembatan di Kelurahan Balun Kecamatan Cepu dan ruas jalan dari Blora-Rembang,” tuturnya.

Purwadi beraharap, supaya masyarakat bersabar dengan kondisi jalan provinsi di wilayah Kabupaten Blora yang rusaknya sangat parah. Karena kemampuan anggaran pemerintah provinsi dari tahun ke tahun sehingga tidak bisa menanganinya secara cepat.

“Semuanya bertahap dan tidak bisa langung jadi. Meski demikian kami berharap supaya pekerjaan proyek tahun ini dapat rampung sesuai jadwal yang ada,” pungkas dia.(ali)  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *