KBSR Akan Jadi Perhatian Pemdes Brabowan

SuaraBanyuurip.comAthok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro- Kurang maksimalnya pengelolaan Kandang Belajar Sapi Rakyat (KBSR) hasil bantuan program corporate social responsibility (CSR) Mobil Cepu Limited (MCL) akan menjadi perhatian Pemerintah Desa (Pemdes) Brabowan, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur di bawah pimpinan kepala desa setempat yang baru. 

“Persoalan KBSR tentu akan menjadi bagian pekerjaan rumah pemerintah desa kedepan,” kata Kades terpilih Brabowan, Sukiran kepada suarabanyuurip.com, Kamis (10/4/2014).

Dia mengaku sejauh ini, belum mengetahui ihwal kejelasan program yang saat itu di dampingi oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM) asing Swiss Contact. Hal itu dikarenakan kurangnya komunikasi yang dilakukan pendaming dengan pihak desa kala itu.  

“Informasi terakhir katanya sempat dinilai kurang optimal, namun perkembangannya sepeti apa sekarang saya belum tahu, pada akhirnya dikelola kelompok, masyarakat Banyuurip, LSM lagi, atau bagaimana?” ujarnya menanyakan.

Oleh karenanya, lanjut Sukiran, keberadaan KBSR akan dijadikan sebagai bagian dari program pemdes terkait untuk pemerintahan selanjutnya. Dia berharap, kalaupun KBSR didirikan dengan mengatasnamakan 15 desa sekitar proyek Banyuurip, Blok Cepu, maka seharusnya warga Brabowan tentu yang pertama kali bisa mengukur berhasil atau tidaknya program KBSR.

Baca Juga :   Panen Raya Padi, Hasil Uji Coba Pertanian Sri Organik

“Tentu ini bagian dari pekerjaan rumah kami selanjutnya,”tandasnya. 

Seperti diketahui, pengelolaan KBSR sempat menjadi perhatian sejumlah pihak. Karena pengelolaannya dinilai kembang kempis. (roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *