SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Keberhasilan program yang terkemas dalam Corporate Social Responsibility (CSR) di sekitar proyek Banyuurip, Blok Cepu dinilai dapat meminimalisir pengangguran jika proyek pengerjaan konstruksi telah selesai.
Hal itu diungkapkan Kepala Desa Brabowan terpilih, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sukiran menanggapi kurang maksimalnya pengelolaan Kandang Belajar Sapi Rakyat (KBSR) binaan Mobil Cepu Limited (MCL) di Desa Brabowan.Â
“Secara otomatis kalau proyek selesai potensi pengangguran disekitar desa Banyuurip cukup terbuka,” ucapnya.
Pria yang sebelumnya menjabat Urusan Umum Desa Brabowan itu mengungkapkan, sejauh ini penyerapan tenaga kerja, terutama unskill di sekitar desa proyek Banyuurip, Blok Cepu terbilang maksimal. Untuk di Brabowan sendiri, dia memprosentasekan sekitar 75-80 persen terlibat di dalam proyek.
“Walaupun tidak langsung di MCL-nya tetapi yang dikontraktor rekanan dan subkonnya lumayan banyak.Namun kabarnya kontraknya ada yang sudah habis,” ujar Sukiran, menerangkan.
Prosentase tersebut, kata dia, cenderung mengalami penurunan.Yakni diantara 65-70 persen.Oleh karenannya, diharapkan program yang dilgulirkan, sedianya memang harus bersifat kelanjutan dan jangka panjang. Namun demikian, kalau pelaksanaanya asal-asal seperti yang terjadi di KBSR tentu amat disayangkan.
“Kalau programnya berkelanjutan, nantinya warga yang sudah tidak bekerja diproyek bisa diarahkan kesana,” tuturnya. (roz)