SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro  – Sekalipun telah ada program Corporate Social Responsibility (CSR) dari operator Blok Cepu, Mobil Cepu Ltd (MCL), namun masih 30 persen jalan di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur belum beraspal, maupun dipasang paving.
Selain itu, setelah jalan desa ditinggikan untuk kegiatan proyek sumur Migas Banyuurip, disaat hujan turun airnya mengalir lambat. Akibatnya meluber ke permukiman warga sehingga menyebabkan banjir.
Hal itu diungkapkan oleh Kades Mojodelik, Sandoyo, dihadapan warga dan peserta Musyawarah Pertanggungjawaban (MPJ) pelaksanaan program Peningkatan Infrastruktur Publik (PIP) 2014, di Balai Desa Mojodelik, Jumat (11/4/2014). MPJ ini dilakukan LSM Farabi, dan Ademos sebagai pelaksana program dari MCL.
Menurut Sandoyo, sudah sekitar 70 persen jalan Desa Mojodelik yang sudah terpaving, dan tinggal 30 persen yang belum. Kekurangan ini biar dilanjutkan oleh pemerintahan desa  berikutnya, apalagi program yang sudah diajukan.
“Semoga kedepan Desa Mojodelik lebih bagus lagi. Terima kasih atas kepedulian MCL kepada Mojodelik,†kata Sandoyo.
Sandoyo yang akan mengakhiri masa baktinya sebagai Kades ini menambahkan, Mojodelik telah mengajukan pembangunan infrastruktur berupa jalan paving sepanjang 500 meter lebih dengan lebar 2,5 meter.  Namun, realisasi di lapangan panjangnya 858 meter dengan lebar  variatif.
Pada bagian lain, Sandoyo berharap, agar saluran air yang menuju Desa Bonorejo, tepatnya di Dusun Samben untuk diperhatikan kelancaran alirannya. Akibat jalan ditinggikan air menjadi lambat menghilang.
“Ya mungkin bisa ditambah lagi gorong-gorong atau apa, yang penting air bisa mengalir dengan lancar. Sehingga, tidak meluber ke rumah warga,†tegas Sandoyo.
“Pertemuan ini mungkin pertemuan terakhir dalam musyawarah saya sebagai Kades Mojodelik. Saya minta maaf baik kepada MCL, pendamping program bila selama ini ada kata atau tindakan baik dari saya pribadi, perangkat, maupun masyarakat Mojodelik,” terangnya dihadapan perangkat desa, BPD, LSM Farabi, LSM Ademos, Joni perwakilan MCL, dan tokoh masyarakat setempat yang hadir dalam perhelatan.
Perwakilan pendamping, Kuori, dari Ademos, mengatakan, dipercaya menjadi mitra kerja MCL untuk pendampingan program adalah suatu amanah yang harus dilakukan dengan sebaik-baiknya.
“Saya berharap infrastruktur yang telah dibangun dirawat dengan baik, dan bagi warga maupun Tim Pelaksana yang telah mendapatkan ilmu dari pendampingan, bisa memanfaatkannya untuk ke depan,” katanya. (sam)