SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Desa-desa sekitar Lapangan Migas Sukowati Field Zona 11 bakal menggunakan dana social responsibility (CSR) untuk merealisasikan program gerakan beternak ayam petelur mandiri (Gayatri). Namun saat ini program Gayatri di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas dan Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro masih belum berjalan.
“Gayatri di Desa Ngampel masih progres, dan belum terealisasi sepenuhnya. Pembuatan kandang ayam petelur baru selesai,” kata Kepala Desa Ngampel Purwanto.
Pensiuanan TNI AL ini menjelaskan, gerakan beternak ayam petelur mandiri anggarannya selain menggunakan alokasi dana desa (ADD) juga dari dana CSR PT Pertamina EP Sukowati Field Zona 11. Untuk ADD seluruh Bojonegoro melalui peraturan bupati (perbup) diwajibkan mengalokasikan 10 persen untuk Gayatri.
Nominalnya sekitar Rp 99 juta dari ADD. Sedangkan untuk CSR dari Pemerintah Desa (Pemdes) Ngampel belum mengetahui, karena langsung direalisasikan di keluarga penerima manfaat (KPM).
“Rinciannya Gayatri Desa Ngampel terdapat 5 KPM dari ADD dan 15 KPM dari CSR,” ujarnya, Kamis (21/8/2025).

Senada disampaikan Kepala Desa Campurejo, Edi Sampurno. Kata Edi, program Gayatri masih belum terealisasi, karena sekarang masih progres pembuatan kandang.
“Total sebanyak 41 KPM yang mendapat program tersebut, baik anggaran dari APBDes, CSR hingga APBD. Namun untuk angkanya saya harus melihat data dahulu,” jelasnya.
Edi menambahkan, Pemdes Campurejo sangat mendukung program ini. Nantinya sebagian KPM akan menggunakan CSR sektor peningkatan ekonomi atau ketahanan pangan.
“Program CSR sektor peningkatan ekonomi kebetulan ada, jadi sebagian menggunakan dana CSR,” tandasnya.(jk)





