SuaraBanyuurip.com – Ali MUsthofa
Blora – Perebutan kursi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora, Jawa Tengah dipastikan sengit. Dari data perolehan kursi suara yang dirilis Panitia Pengawas Kabupaten (Panwaskab) Blora ada dua partai besar yang diprediksi  memiliki jumlah kursi anggota dewan yang sama.
Sebelumnya pada awal penghitungan quick count tersebut, muncul tiga nama partai yaitu, Partai Demokrat, Partai Golkar, dan PDI Perjuangan. Namun setelah hasil quick count final, diprediksikan hanya dua parpol yang akan memperebutkan kursi empuk di lembaga legislatif itu. Dua partai itu adalah Partai Demokrat dan Partai Golkar, dikarenakan masing-masing diprediksikan meraih 8 kursi.
Sampai hari ini, Senin(14/4/2014), masih berlangsung penghitungan secara manual rekapitulasi perolehan suara di tingkat Panitia Penyelenggara Kecamatan (PPK), sebelum di sidang pleno rekapitulasi perolehan suara akhir di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Blora yang dijadwalkan tanggal 19-21 April mendatang.
Menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Blora, Arifin, untuk penentuan kursi ketua DPRD berdasarkan ketentuan yang berlaku. “Ketua DPRD Blora akan diisi oleh partai yang meraih kursi tertinggi di pemilu legislatif ini,” ujarnya pada Senin,(14/4/2014).
Namun, tambah Arifin, bilamana ada partai politik peserta pemilu ada yang mendapatkan kursi sama besarnya, maka partai dengan perolehan suara terbanyak yang berhak untuk menduduki jabatan orang nomor satu di legislatif. “Namun sesuai aturan penentuan ketua dewan bisa lihat di undang – undang  Susunan dan Kedudukan DPRD. Semua terserah partai yang menunjuk,” imbuhnya.
Meski hingga saat ini hasil perolehan suara parpol dan kursi DPRD Blora masih dalam proses penghitungan di tingkat Panitia Penyelenggara Kecamatan (PPK), namun Partai Demokrat dan Partai Golkar Blora diprediksi bisa meraih minimal delapan kursi.
Sekedar diketahui, berdasarkan data Pemilu 2009 di Blora lalu, PDI Perjuangan meraih suara terbanyak yakni 85.687 suara. Sedangkan posisi kedua adalah Partai Golkar sebanyak 77.114 suara. Namun PDIP kalah dari Golkar dalam perolehan kursi DPRD Blora. Golkar mendapat 9 kursi sedangkan PDI P hanya mendapatkan 8 kursi. Adapun Partai Demokrat membuntuti di posisi ketiga dengan 58.961 suara. Kemudian, PKB (33.752), PPP (29.765).
Dengan meraih kursi terbanyak, Golkar pun mendapat jatah jabatan ketua DPRD, yakni dijabat HM Kusnanto. Adapun HM Dasum (PDIP), Bambang Susilo (Demokrat) dan H Abdullah Aminudin (PKB) menjadi wakil ketua DPRD.(ali)