SuaraBanyuurip.com – Ali Musthofa
Blora – Warga sekitar Lapangan Minyak dan Gas Bumi ( Migas) Alas Dara, dan Kemuning (ADK) di wilayah Kecamatan Jiken, dan Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah  banyak yang tidak tahu potensi Migas yang ada di lapangan tersebut.
Sejumlah warga yang ditemui Suarabanyuurip.com menyatakan, di mata warga potensi minyak maupun gas yang ada di lapangan ADK masih simpang siur. Namun demikian, telah berembus kabar bahwa potensinya sangat besar sehingga akan dieksplopitasi.
“Ada kabar kalau potensinya besar, namun kok sudah beberapa tahun dioperatori MCL tidak pernah disentuh untuk diproduksi,” kata Sayana, asal Desa Bleboh, Kecamatan Jiken, Senin (14/4/2014).
Sumur ADK telah dioperatori anak perusahaan Exxon Mobil, MCL sejak tahun 2006 lalu. Baru belakangan ramai dibicarakan lagi setelah santer berita akan dilakukan eksplorasi oleh Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) tersebut.
Menurut Sayana, meski saat ini dioperatori oleh PEPC Adk setelah menang lelang paska dikembalikan pengelolaan lapangan itu ke pemerintah pusat. “Makanya muncul informasi yang simpang siur, kalau kandungannya kecil, sehingga MCL tidak memproduksinya,” imbuh Sayana.
Pada intinya, tambah dia, adanya penunjukan PEPC sebagai operator Migas yang baru, menjadikan kepercayaan masyarakat jika potensinya signifikan untuk diproduksi. “Kita berharap saja segera ada aktivitas. Jadi masyarakat lokal bisa segera ikut merasakan imbas positifnya,” tandasnya.
Imbas positif itu, menurut Sayana, berupa pelibatan tenaga kerja hingga pertumbuhan ekonomi masyarakat local. Bentuknya bisa dengan pendirian warung-warung makan di sekitar lokasi operasi. (ali)