SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Warga Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mendapat sosialisisasi terkait keberadaan flaring di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, dari ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL) di balai desa setempat, Â Jum’at (8/5/2015).
Dalam sosialisasi itu warga meminta adanya kompensasi atas dugaan dampak yang ditimbulkan dari adanya flaring tambahan di tapak sumur (Well Pad) B Banyuurip sebesar 23 juta standar kaki kubik (million meter standart cubic feed per day/mmscfd).
Kepala Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Yuntik Rahayu, mengatakan, sebagai kompensasi atas dampak kegiatan tersebut, pemerintah desa awalnya mengajukan 50 kilogram (kg) beras kepada warga terdampak, namun tidak disetujui. Meski sempat menuai perdebatan namun pada akhirnya disepakati warga akan mendapat kompensasi berupa beras.
“Pada intinya EMCL mau bertanggung jawab dengan memberi kompensasi kepada warga,” tuturnya.
Yuntik menuturkan, sebanyak 1.265 kepala keluarga (KK) akan memperoleh kompensasi beras. Rinciannya, 408 KK dari Dusun Sogo, Gledekan, Mojodelik, Keket, Dawung, dan Krambitan mendapat jatah 4.080 Kg.
“Per KK akan memperoleh 10 kg,” katanya.
Sedangkan 857 KK lainnya dari Dusun Samben dan Ledok totalnya mendapat jatah 4.285 kilogram. Dengan rincian per KK akan memperoleh 5 Kg. Sehingga jumlah total beras kompensasi untuk warga Mojodelik sebanyak 8.365 Kg
“Tergantung jauh dekatnya dengan lokasi,” ucapnya.
Yuntik menambahkan, kompensasi mulai diberikan pada bulan Juli bulan depan seiring peningkatan flaring di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu.
“Sekarang belum. Rencana mulai Juli sampai Desember,” tuturnya.(roz)