SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Sejumlah Dump Truck (DT) yang pengangkut batu kapur di Kecamatan Rengel dan Kecamatan Grabagan resahkan pengguna jalan.
Pengguna jalan yang berada di jalur penghubung Kabupaten Tuban dan Kabupaten Bojonegoro, khususnya di Kecamatan Plumpang, Kecamatan Rengel, dan Kecamatan Soko mengeluhkan ulah para pengendara DT yang tidak menutup muatan batu kapur mereka. Bak dari truck tersebut dibiarkan terbuka, sehingga banyak ceceran batu kapur yang terkadang tumpah di jalan.
“Kesal saja, kok muatan batu kapur yang atas tidak ditutup menggunakan terpal,†jelas Antok (25), salah satu pengendara motor yang berada di Desa Sumur Jalak, Kecamatan Plumpang, Selasa (15/4/2014).
Anto mengatakan, tumpahan dan ceceran batu sangat berbahaya bagi pengguna kendaraan yang lebih kecil. Terlebih apabila kendaraan tersebut berada tepat di belakang dump truck.
“Batu sebesar itu ya lumayan (sakit) kalau misalkan kena orang. Terutama pengendara sepeda motor,†kata Antok menjelaskan.
Selain itu, tidak adanya penutup terpal juga mengakibatkan debu dari batu kapur beterbangan. Pengendara ataupun warga mengeluhkan mata mereka kemasukan debu halus dari batu kapur.
“Kalau tidak percaya, setiap ada truck yang melintas tanpa diberi penutup pasti akan kelilipan,†jelas Bisrul (23), salah pengendara lain di Kecamatan Rengel.
Pantauan Suarabanyuurip.com, DT tersebut mengangkut batu kapur berupa pedel dari sekitar tambang Desa Menyunyur, Kecamatan Grabagan. Selain itu juga berasal dari dari sejumlah area tambang yang ada di Kecamatan Rengel.
“Dekat saja kok mas, tidak sampai ke luar Tuban,†kata salah satu sopir beralasan, ketika ditanya Suarbanyuurip.com. (edp)