SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Beberapa guru beserta Kepala Sekolah (Kasek) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur mengecam disebutnya beberapa kali nama Jokowi dalam soal Ujian Nasional (Unas) untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia pada hari pertama, Senin (14/4/2014) kemarin.
Kepala sekolah (Kasek) dan guru dari Madrasah Aliyah (MA) Ash Shomadiyah Tuban menilai, jika ada upaya politisasi soal Unas Bahasa Indonesia untuk jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Namun mereka baru mengetahui tadi pagi, ketika salah satu siswa melaporkan kepada gurunya kalau ada nama Jokowi ketika mereka mengerjakan soal pada hari Senin (14/4/2014) kemarin.
“Kita baru tahu tadi pagi dari laporan siswa, setelah kami coba cek soal tersebut ternyata benar,†kata Kasek MA Ash Shomadiyah, Riza Shalahuddin Habibie, Selasa (15/4/2013).
Menurut Riza, masih banyak tokoh nasional lain yang tidak terkait dengan politik. Sehingga lebih netral dan bisa dijadikan teladan yang baik bagi siswa.
Riza meminta, dunia pendidikan dijauhkan dari semua bentuk politik. Sehingga masuknya nama Jokowi yang juga sebagai tokoh politik, dianggap sangat tidak layak untuk dimasukkan dalam soal Unas.
“Ini sepenuhnya tanggung jawab Mendikbud (M Nuh), serta kelalaian besar bagi pembuat soal Unas,†kata pria yang juga menjadi pengasuh Ponpes Ash Shomadiyah ini mengatakan.
Untuk itu pihak sekolah akan melakukan protes kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Atas kelalaian pembuat soal yang mencantumkan nama Gubernur DKI sekaligus Calon Presiden (Capres) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).(edp)
Berikut kutipan soal Unas yang dikecam guru dan kepala sekolah tersebut :
Ir H. Joko Widodo lahir di Surakarta 21 Juni 1961, merupakan alumnus UGM. Sejak 15 Oktober, Jokowi menjabat sebagai gubernur DKI. Tokoh yang jujur dan selalu bekerja keras ini dikenal dengan gaya blusukannya ke pelosok ibukota. Berbagai penghargaan telah beliau raih, antara lain ia termasuk salah satu tokoh terbaik dalam pengabdiannya kepada rakyat.
Sebagai tokoh seni dan budaya, beliau dinilai paling bersih dari korupsi. Namun demikian, usahanya di bidang upah minimum provinsi (UMP) mengalami kendala oleh tindakan buruh yang memanggil kembali perwakilannya saat sidang berlangsung. Buah dari pertemuan tersebut, dewan pengupahan menetakan upah Rp 2,2 juta.
Keteladanan Jokowi pada wacana di atas adalah…
a. alumni UGM yang cinta seni dan budaya
b. gemar blusukan ke pelosok wilayah
c. mengadakan pertemuan dengan dewan pengupahan
d. menjadi tokoh seniman terkemuka di DKI Jakarta
e. menerima berbagai penghargaan dan gelar