SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Jembatan di jalan provinsi Bojonegoro – Nganjuk tepatnya di Dusun Kedungjati, Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, terancam putus. Penyebabnya, spillway Waduk Pacal ambrol dan mengancam bangunan jembatan.
Pantauan di lapangan, amrbolnya spillway waduk itu akibat longsor di sepanjang bibir sungai sehingga mengakibatkan jembatan ikut longsor dan berpotensi roboh. Sedangkan jembatan lama yang berada disamping jembatan baru, sudah tidak dipergunakan karena terlebih dahulu ambrol dan membuat aliran air semakin deras.
Jika tiang jembatan sampai roboh akan menjadikan jembatan putus dan arus transportasi Bojonegoro – Nganjuk macet total. Untuk menghindari putusnya jembatan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melarang melintas kendaraan yang memiliki beban diatas satu ton.
Kondisi ini menjadikan Pemkab Bojonegoro menetapkan status darurat bencana. Sebab selain mengancam transportasi juga pertanian yang mengandalkan air dari Waduk Pacal.
“Kita potensial mengalami kerugian,” tegas Bupati Bojonegoro, Suyoto saat meninjau lokasi spillway Waduk Pacal, Selasa (15/4/2014).
Akibat kerusakan spillway Waduk Pacal itu diperkirakan kehilangan tampungan air sebesar 7 juta m3. Jumlah itu setara untuk mengairi 9 ribu hektar sawah.
“Jika dikakulasi perhektarnya pendapatan petani senilai Rp11 juta, maka potensi kerugiannya mencapai Rp99miliar,†kata Suyoto merinci.
Suyoto mengaku, telah menginstruksikan kepada jajarannya untuk segera menangani secara tekhnis agar air tidak meluap lebih besar dan mengakibatkan kerugian baik materiil maupun non materiil.
Sementara itu, masyarakat setempat berkurumun disepanjang jembatan untuk melihat dan tidak mempedulikan bahaya disekitarnya. (rien)