SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojnegoro, Jawa Timur, meminta kepala desa setempat, Pujianto untuk transparan dalam penggunaan dana alokasi desa tahun 2013 yang diperuntukkan pembangunan saluran air.
Anggota Badan Pemberdayaan Desa, Sudirman, menegaskan, masih ada proyek pembangunan desa yang belum diselesaikan hingga saat ini. Salah satunya saluran air atau irigasi di RT 05 yang sampai saat ini tak diketahui oleh perangkat maupun BPD berapa jumlah dana yang terserap.
“Irigasi saja belum selesai kok sudah mengajukan proposal kegiatan tahun 2014,” ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Ngampel, Pujianto, membantah hal itu. Dia menerangkan, dana dari ADD tahun 2013 paling besar telah digunakan untuk normalisasi saluran air di 8 titik yang tersebar di masing-masing RT.
“Minggu depan uang ADD akan saya ambil, uangnya untuk apa ya saya musyawarahkan dulu dengan masyarakat,” ujarnya.
Pernyataan Pujianto tersebut berbeda dengan pernyataannya sebelumnya. Yang mana ADD tahun 2014 akan diperuntukkan untuk pembangunan pasar desa. Untuk mengetahui secara rinci penggunaan ADD, masyarakay dapat melihat  di proposal milik desa.
“Silahkan lihat satu persatu program desa, kalau saya sebutkan ya tidak hafal,” sergahnya.
Sementara itu, data dari Dinas Pendapatan, ADD Ngampel tahun 2013 termin I sebesar Rp 640.815. 000, termin II sebesar Rp 347.404.000, sementara tahun 2014 termin I sebesar Rp 217.381.000.(rien)