SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Jembatan Bojonegoro – Nganjuk di Dusun Kedung Jati, Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojnegoro, Jawa Timur akan ditutup selama dua hari menyusul jebolnya spillway (limpasan air) Waduk Pacal, Selasa (15/4/2014) kemarin. Sebeb jebolnya spillway itu berdampak pada tergerusnya tiang jembatan.
Penutupan itu dilakukan mulai Selasa kemarin hingga besuk, setelah dilaksanakan evaluasi teknis bersama oleh Balai Besar Bengawan Solo, Dinas Pengairan Pemprov Jatim, Bina Marga Provinsi Jatim. Hasilnya, melakukan penanganan teknis yang difokuskan pada penanganan darurat hilir, sementara untuk hulu pembuatan tanggul darurat 150 meter dirubah menjadi 50 meter sehingga direncanakan akan menempel pada jembatan lama.
“Untuk ini akan terus dievaluasi,” tegas Bupati Bojonegoro, Suyoto kepada suarabanyuurip.com, Rabu (16/4/2014).
Menurut Suyoto, sesuai evaluasi bersama, disimpulan konstruksi jembatan masih dinyatakan kuat, sementara aliran alir tidak lagi fokus pada pondasi. Namun jembatan masih akan ditutup dalam satu dua hari, untuk memberi ruang gerak bebas hambatan dan secepatnya manuver peralatan dan bahan bahan yang diperlukan.
“Tapijika dalam evaluasi dua tiga hari keadaan dimungkinkan, maka jembatan akan dibuka untuk kendaraan umum, kecuali tronton dan truk doble bermuatan berat,†ujar Suyoto.(rien)