Kapolres AKBP Eva Guna Ajak Anggota Pencak Silat Saling Tulung Tinulung

21547

SuaraBanyuurip.comArifin Jauhari

Bojonegoro – Guna menjaga situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif di wilayah hukum Kepolisian Resort (Polres) Bojonegoro, pembinaan kepemimpinan kepada para insan pencak silat melalui Bojonegoro Kampung Pesilat (BKP) terus menerus dilakukan.

Kegiatan yang dihelat dalam Forum Grup Diskusi (FGD) pembinaan kepemimpinan pengurus BKP Kecamatan Dander tersebut digelar di Balai Desa Ngunut, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (03/12/2020). Kegiatan ini tetap melaksanakan protokol kesehatan pencegahan covid-19.

Hadir dalam kegiatan, Kapolres Bojonegoro AKBP Eva Guna Pandia, Kasat Binmas AKP Sujono, Kapolsek Dander AKP Dumas Barutu, Kasi Trantib Kecamatan Dander Purwiyanto, Kepala Desa (Kades) Ngunut, dan Seluruh pengurus perguruan pencak silat se Kecamatan Dander.

Kapolres Bojonegoro, AKBP Eva Guna Pandia, mengatakan, bahwa Pencak Silat sebagai warisan luhur bangsa yang harus dijaga, dan ajarannya yang luhur ini untuk membangun bangsa dan negara.

Sehingga, ajaran luhur pencak silat yang diantaranya adalah menciptakan kebersamaan dan persatuan, merupakan bentuk aplikasi yang harus dilakukan oleh para anggota perguruan pencak silat, yakni dengan saling berkomunikasi dan bersilaturahmi.

Baca Juga :   Dua Orang Teror RSUD dan Tendang Satpam

“Dengan adanya sikap tolong menolong yang harus diterapkan dalam kehidupan anggota pencak silat, maka disitu akan tercipta kebersamaan dan saling asah dan asih dalam pergaulan sehari-hari,” ujar Kapolres AKBP Eva Guna Pandia.

Mantan Kapolres Tulungagung ini menambahkan, bahwa dalam pelaksanaan sehari-hari tidak hanya dalam berorganisasi pencak silat saja, namun juga dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan budaya tolong menolong akan mampu membuka jalur silaturahmi dan juga perdamaian di masyarakat, dan tentunya akan menciptakan kamtibmas yang kondusif di masyarakat.

Dalam setiap organisasi pencak silat, lanjut kapolres, pasti ada aturan yang harus dijalankan, dan tentu tidak dibenarkan membentuk komunitas yang kemudian dapat merugikan organisasi maupun diri sendiri.

“Sehingga akan berdampak luas dalam kehidupan bermasyarakat, seperti adanya kerusuhan dan juga konvoi atau yang lainnya,” tandasnya.

Dengan sikap tegas dan cerdas para pemimpin pencak silat yang ada di Bojonegoro, Kapolres Eva Guna Pandia, sangat yakin akan tercipta kondusifitas yang sangat diharapkan masyarakat.

“Yaitu agar para anggota perguruan pencak silat bisa saling bersatu dan tulung tinulung, serta bahu membahu ikut serta dalam membangun bangsa dan negara,” harap Kapolres.

Baca Juga :   Tangkap Oknum TNI Bawa Solar Ilegal

AKBP Eva Guna Pandia juga berharap agar pesilat pesilat di Bojonegoro menjadi garda terdepan dalam melawan sebaran covid-19, agar segera sirna dari Bumi Angling Dharma sebutan lain Kabupaten Bojonegoro.

Ditempat yang sama, Sekretaris BKP, Sasmito Anggoro, mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan untuk mengantisipasi adanya gesekan antar oknum anggota Perguruan Pencak Silat di Kabupaten Bojonegoro.

“Gesekan antar oknum perguruan silat dapat berdampak bagi keutuhan silaturahmi dan persatuan bagi seluruh anggota pencak silat di Bojonegoro yang saat ini sudah tercipta melalui  BKP,” imbuh Sasmito Anggoro yang juga Ketua Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda (PSHW TM).(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *