SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Gapluk, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur meminta kepada operator ladang minyak Tiung Biru (TBR), Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP) Aset 4 untuk segera menempatkan tenaga flagman di jalur menuju lokasi pengeboran. Karena arus lalu lintas di jalan poros Kecamatan Purwosari-Tambakrejo itu mulai meningkat.Â
“Seyogyanya operator segera menmpatkan flagman di setiap titik rawan dijalur menuju lokasi TBR, sebelum warga melakukan aksi menghentikan road tanki,” kata Kepala Desa (Kades) Gapluk, Edi Suyanto kepada suarabanyuurip.com ketika ditemui di Balai Desa setempat, Kamis (17/4/2014).
Edi Suyanto mengaku, sebelum menjadi kepala desa dirinya sudah pernah mengajukan kebutuhan flagmen melalui kontraktor PEP Aset 4, yaitu PT BMA, dan PT CNG yang beraktiditas di TBR. Ada tiga titik rawan kecelakaan perlu diberi flagman yaitu MI, Pesantren Darusalam, dan SDN Gapluk.
“Tetapi sampai saat ini juga belum ada realisasinya, Mas,” jelas Edi Suyanto yang dilantik Bupati Bojonegoro, Suyoto sebagai Kades Gapluk pada 3 April 2014 lalu tersebut.
Dia mengungkapkan, saat ini warga di sepanjang jalan yang dilewati mobil tanki pengangkut minyak dari TBR menuju Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, sudah mulai mempertanyakan penempatan flagman di titik rawan.
“Karena, tadi pagi ada pengendara sepeda motor warga Gapluk yang kecelakaan di jalan yang masuk wilayah Dusun Bakalan Desa Gapluk,” imbuhnya, menerangkan.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, ada sekira 7 orang flagmen yang menjadi tanggungjawab kelompok masyarakat (Pokmas) transportir road tank itu rencananya akan ditempatkan di titik yang dianggap rawan kecelakaan pada bulan Mei Mendatang. (sam)