SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Ratusan warga di Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang tergabung dalam organisasi Jaringan Aspirasi Masyarakat (Jaring Mas) menggeruduk pabrik Semen Gresik (SG) Kerja Sama Operasional (KSO) Semen Indonesia di Desa Sumberarum, Kerek. Massa kecewa dengan perilaku perusahaan BUMN ini, salah satunya tidak meratanya program Corporate Social Responsibility (CSR).
“Ada tiga tuntutan yang mesti diselesaikan direksi SG,” ujar Koordinator aksi asal Desa Gaji, Kecamatan Kerek, Abu Nasir, kepada suarabanyuurip.com, usai aksi di depan pintu masuk pabrik semen, Rabu (7/2/2018).
Tiga tuntutan warga yakni, transparansi ketenagakerjaan, CSR yang belum tepat sasaran, dan terakhir sengketa kepemilikan tanah warga Gaji. Persoalan tetsebut terkesan dibiarkan, dan sudah berlangsung bertahun-tahun.
Sebagai perusahaan negara, direksi SG seharusnya bergerak cepat menyelesaikan persoalan di lingkungan pabrik. Warga terdampak operasi butuh kesejahteraan dan kepastian, salah satunya warga Gaji. Bertahun-tahun digelar mediasi tapi tak kunjung ada kejelasan.
“Segera selesaikan persoalan yang ada,” pinta pria yang getol menyuarakan aspirasi warga Gaji.
Sementara penanggungjawab aksi, Sugiman, menambahkan, tujuan aksi ini menuntut SG berlaku bijak terhadap warga terdampak, dan mengutamakan hak-hak warga. Masih banyak persoalan yang belum tuntas sejak era 1990-an.
Berkali-kali merasa dibohongi, massa aksi kali ini tak mau ditemui Kabiro Humas dan CSR SG. Mereka ingin bertemu direksi pengambil kebijakan, supaya aspirasi warga dapat didengar langsung.
“Kebetulan hari ini semua direksi ada di pabrik Rembang,” sergah Kabiro Humas dan CSR SG, Kuswandi.
Soal tiga tuntutan warga sekitar, Kabiro baru tersebut berjanji menyampaikannya ke pimpinan. Sekaligus diupayakan mediasi dengan aparat keamanan.(Aim)