Jatah Warga Dipotong Untuk Tabungan Desa

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Setelah sempat terkatung hingga empat bulan, operator lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ), mencairkan dana taliasih kepada warga Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (17/4/2014). 

Dana yang dicairkan untuk taliasih bulan Desember 2013, dan Januari 2014 dari seharusnya hingga jatah bulan Maret 2014. Banyak sedikitnya dana yang diterima warga sesuai dnegan jarak (radius) antara rumah dengan lokasi sumur Sukowati.

“Alhamdulilah, kemarin sudah dikasih uang sama Pak RT,” kata Hartini (45), warga RT 06 RW 02 Desa Ngampel ini sumringah.

Dia mengungkapkan, uang tersebut adalah tali asih dari operator migas selama 2 bulan yakni bulan Desember 2013 dan Januari 2014 sebesar Rp180.000. Itupun sudah dipotong sebesar Rp20.000 dengan alasan untuk tabungan desa.

“Aslinya dapat Rp 200.000, terus Pak RT bilang untuk tabungan atau kas desa jadi dipotong segitu,” kata ibu dua anak ini.

Senada dikatakan, Karsinem, warga RT 07 RW 02. Dia mengatakan, mendapatkan jumlah yang sama. Tetapi banyak ibu-ibu rumah tangga lainnya yang mengeluhkan pemotongan uang tersebut. Menurutnya, warga di desa Ngampel rata-rata miskin, dan bekerja sebagai buruh sehingga pemotongan tersebut dinilai memberatkan.

Baca Juga :   EMCL dan LSPM Tuntaskan Patra Daya 2025 di 4 Desa Blok Cepu

“Kita ini hanya orang miskin, orang bodoh, dikasih berapa ya diterima, tidak dikasih ya cuma berdoa,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah Kepala Desa Ngampel, Pujianto, membenarkan adanya pemotongan dana tali asih tersebut. Bahkan, masing-masing RT jumlahnya berbeda, ada yang Rp5.000, ada yang Rp10.000, dan ada juga yang sebanyak Rp20.000.

“Tapi itu intern masing-masing RT, mau dibuat apa ya terserah. Hanya cara itu untuk mengajarkan warga menabung,” sergahnya.

Dia menyatakan, taliasih dari JOB PPEJ sebesar Rp100 juta tersebut sudah sesuai perjanjian awal antara pemerintah desa dan JOB PPEJ. Dari total penduduk di Ngampel ada 455 KK yang menerima dana taliasih untuk dua bulan, diantaranya RT 1, 2, dan RT 4 menerima sebesar Rp112.000, RT 3 sebesar Rp122.000, RT 5, dan RT 7 sebesar Rp102.000.

“Taliasihnya ada yang berupa uang ada yang beras. Kalau saya ya minta beras. Bagi yang mendapat uang ya dipotong untuk kas, yang beras ya harus ngasih beras juga tergantung nilainya uang itu berapa kilogram yang dikasihkan RT,” imbuhnya. (rien)

Baca Juga :   PEPC Gelar Operasi Pasar LPG

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *