SuaraBanyuurip.com – Laeman HW
Tuban – PT PLN Nusantara Power UP Tanjung Awar-awar, di wilayah Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur mengembangkan program pemberdayaan masyarakat dengan menghadirkan energi hijau. Program berbasis Corporate Social Responsibility (CSR) itu, berupa pengolahan limbah bonggol jagung menjadi biomassa.
Program pengembangan energi terbarukan berlabel Program CSR Cakrawala Nusantara tersebut, mulai pertengahan April 2026 lalu telah dikembangkan di Desa Wadung, Kecamatan Jenu, Tuban. PLN Nusantara Tanjung Awar-awar menginisiasi CSR ini sebagai sumber energi terbarukan dalam mendukung program co-firing.
Bagi PLN Tanjung Awar-awar, prosesi peresmian gudang produksi biomassa di Wadung menjadi momen penting, dalam upaya pengembangan energi terbarukan berbasis masyarakat di sekitar area operasi. Program ini merupakan bagian dari komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan PLN dalam mendorong pemanfaatan limbah pertanian.
Apalagi desa-desa sekitar Tanjung Awar-awar juga dikenal sebagai sentra produksi jagung. Limbahnya bisa menjadi sumber energi yang bernilai ekonomis, dan ramah lingkungan.
Tampak hadir mengikuti prosesi seremonial di desa terdekat dengan lokasi PLN Tanjung Awar-awar itu, diantaranya, jajaran manajemen PT PLN Nusantara Power, Pemerintah Daerah, Kelompok Tani, dan masyarakat setempat.
Senior Manager PT PLN Nusantara Power UP Tanjung Awar Awar, Yunan Kurniawan, mengatakan, pembangunan gudang produksi biomassa ini tidak hanya bertujuan untuk mendukung operasional co-firing biomassa di pembangkit listrik. Lebih dari itu juga untuk membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar melalui pengolahan bonggol jagung.
”Limbah jagung ini sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat,” kata Yunan Kurniawan dalam rilis yang diterima SuaraBanyuurip.com, Selasa (05/5/2026).
Pada momen tersebut diperkenalkan Koperasi Energi Cakrawala Nusantara (ECN). Lembaga yang dulu dikenal sebagai saka guru ekonomi itu dibentuk untuk mengelola produksi biomassa bonggol jagung. Para petani dapat menjual limbah bonggol jagung langsung ke Koperasi ECN, selanjutnya diolah menjadi produk biomassa.
Sedangkan VP Corporate Communication and CSR PT PLN Nusantara Power, Harry Pramono, menyatakan, pihaknya sangat mengapresi program ini karena kehadiran unit pembangkit tidak hanya terlihat operasionalnya saja. Lebih dari itu juga dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat sekitar.
Sementara itu Danramil Jenu Kapten Arhanud Ali Mubdi mengatakan, baru kali ini pihaknya melihat tanggung jawab sosial dan lingkungan dari perusahaan seperti itu.
”Ini bisa menjadi contoh bagaimana pihak-pihak bisa saling berkolaborasi untuk bisa turut mengembangkan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun instansi,” ujar Ali Mubdi.
Program ini diharapkan dapat terus berkembang, dan memberikan dampak berkelanjutan, baik dari sisi lingkungan, sosial, maupun ekonomi. Langkah ini juga menjadi bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung transisi energi bersih di Indonesia. (Lhw)





