SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – PT Daya Patra, Subkontraktor PT Tripatra – Samsung, pelaksana proyek Engineering procurement and Construction (EPC)- 1 Banyuurip, melakukan koordinasi dan konsolidasi terkait pengerjaan proyek Banyuurip, Blok Cepu, Minggu (20/04/201).
Konsolidasi itu dilaksanakan di Kantor PT Daya Patra, Jalan Angling Dharma No. 9, Desa Kalitidu, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur. Hadiri dalam acara tersebut semua jajaran pengurus PT Daya Patra dan semua tenaga kerja (Naker).
Owner PT Daya Patra, Muhamad Fauzan, mengatakan, koordinasi, konsolidasi manejemen dan manpower PT Daya Patra dilakukan dalam rangka mendukung suksesnya proyek EPC-1 Banyuurip, Blok Cepu. Agar puncak produksi minyak Banyuurip segera terealisasi dengan agenda menyelesaikan proyek sipil yang ada. Dengan estimasi 1000 menpower.
“Ini adalah bentuk komitmen dari kontraktor lokal sekaligus pengejawantahan Perda No 23/2013 tentang Konten Lokal. Bawasannya, kami PT Daya Patra mampu menyerap transformasi knowledge dalam pembangunan projec EPC oil and gas di Banyuurip,” kata Muhamad fauzan kepada suarabanyuurip.com di sela-sela acara konsolidasi.
“100 persen naker PT Daya Patra adalah lokal. Sehingga, warga lokal tidak sebagai penonton saja. Tetapi juga ikut terlibat dengan adanya proyek Banyuurip, blok Cepu tersebut,” lanjut dia menjelaskan.
Terpisah, Direktur Utama (Dirut) PT Daya Patra, Mohamad Mashadi, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan PT Tripatra – Samsung kepada PT Daya Patra dalam mengerjakan proyek EPC-1.
“Ini sebagai bentuk keterlibatan konten lokal, dan konten lokal juga mampu membuktikan pelaksanaan kerjannya dilokasi proyek secara baik, aman dan lancar,” sambung Mohamad Mashadi, ST, menerangkan. (sam)