Longsor Sungai Kaligandong Ancam Rumah Warga

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Warga di Dukuh Korgan RT 01 dan 03 RW 05, Desa Purwosari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengaku ketar-ketir. Sebab sampai saat ini mereka belum punya tempat tinggal pengganti jika sewaktu-waktu longsor menyeret rumah mereka.

Kecemasan warga itu cukup beralasan. Sebab saat ini longsor di Sungai Kaligandong terus melebar. Panjang longsornya kini sekira 90 meter dengan lebar 20 meter dengan kedalaman longsor sekira 5-10 meter. Sementara jarak antara rumah mereka dengan sungai tersebut saat ini kurang dari lima meter.  

Salah satu warga, Warem, (45), mengaku, merasa khawatir longsor akan menyeret semua bangunan rumahnya  karena sebagian bibir sungai sudah tergerus dan masuk ke sungai.

“Setiap malam tidak bisa tidur, karena setiap saat longsor akan membuat rumah saya hancur,” ujarnya.

Janda dua anak itu berkeinginan segera pindah dari sekitar Sungai Kaligandong yang longsor tersebut. Akan tetapi hal itu tidak mungkin dia lakukan. Karena selain hanya mempunyai tanah dan rumah di dekat lokasi longsoran itu, dirinya juga tidak punya dana untuk membangun rumah baru.

Baca Juga :   BPBD Bojonegoro Temukan Sepeda Milik Korban Diduga Tenggelam di Bengawan Solo

“Saya hanya ingin uluran tangan dari pemerintah, tidak ada lagi tumpuan hidup. Rasanya seperti menjemput ajal,” tandasnya.

Tidak hanya Warem,  rumah Mbah Dono, hanya berjarak tiga meter dengan  tebing sungai yang longsor. Bahkan, warga lainnya, Warti, juga berharap bisa segera pindah dari lokasi longsor Sungai Kaligandong tersebut.

“Ingin pindah, tapi tidak punya biaya untuk pindah dan membangun rumah baru di lokasi lain,” ujarnya lirih.

Mereka mengatakan, sempat mendatangi kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Pos Padangan dengan membawa 17 kartu tanda penduduk (KTP) dan meminta agar longsor Sungai Kaligandong dapat perhatian. Namun, petugas BPBD Bojonegoro hanya mendokumentasi dan mendata rumah warga.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala BPBD Kabupaten Bojonegoro, Amir Sahid, mengatakan longsor Sungai Kaligandong itu diperkirakan terjadi karena tebing sungai tidak kuat menahan derasnya banjir bandang.

“Saat banjir surut, tebing sungai mudah longsor,” sambung Amir, menjelaskan kepada suarabanyuurip.com, Minggu (20/4/2014). 

Ia meminta warga agar melaporkan kejadian longsor itu pada pihak desa. Selanjutnya, pihak desa akan meneruskan laporan tersebut ke kecamatan dan diteruskan ke Bupati Bojonegoro.
“Laporan resmi harus dibuat pihak desa dan kecamatan,” tandasnya. (rien)

Baca Juga :   Hatta Rajasa Bantah Sebagai Jurkam To-To

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *