Tempatkan Petugas di Kawasan Rawan Kecelakaan

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Meningkatnya aktifitas proyek Migas, baik ladang minyak Tiung Biru (TBR) maupun ladang migas Banyuurip, Blok Cepu disikapi serius oleh warga sekitar.Warga meminta di setiap titik jalan yang rawan macet, dan kecelakaan segera dipasang petugas khusus untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan.

“Sangat perlu di titik rawan kecelakaan atau kemacetan jalur lalu-lintas menuju lokasi proyek untuk ditempatkan tenaga khusus pengatur jalan. Baik itu Flagmen atau apa terpenting mampu membantu mengatur kelancaran lalu lintas,” kata Abdul Aziz warga Desa Purwosari, Kecamatan Purwosari, Bojonegoro, Jawa Timur kepada Suarabanyuurip.com, Senin (21/04/2014).

Pria yang berdomisili di sekitar proyek TBR itu mencontohkan, salah satunya adalah di pertigaan pasar Desa Purwosari, atau dipertigaan Jalan Raya Bojonegoro-Padangan. Di jalur tersebut selain sabagai akses utama poros Kecamatan Purwosari-Ngambon juga akses utama menuju lokasi sumur TBR. Apalagi, aktifitas road tank pengangkut minyak dari TBR ke Cepu, Blora, Jawa-Tengah juga semakin meningkat.

“Jadi, sangat perlu sekali ditempatkan tenaga kusus yang mengatur jalan. Dengan begitu, selain dapat meminimalisir kecelakaan setidaknya juga bisa mengurangi kemacetan disaat kondisi pasar ramai. Utamanya, di pagi dan siang hari saat anak-anak sekolah berangkat dan pulang sekolah,” jelas pria yang juga Anggota BPD Desa Purwosari tersebut.

Baca Juga :   Pedagang Terompet Musiman Bermunculan

Senada diungkapkan Warsito, warga Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Bojonegoro. Dia katakan, jalan sekitar proyek Banyuurip juga selayaknya kembali diberikan Flagmen seperti yang pernah dilakulkan sebelumnya. Semisal, di perempatan Pasar Desa Gayam yang bisa sebagai akses menuju lokasi we’ll pad A, B dan C.

“Dulu pernah ditempatkan flagmen, tapi sekarang tidak ada. Jadi titik tersebut bisa dikatakan rawan kecelakaan. Karena, perempatan itu sebagai jalur menuju ke SMPN I Gayam maupun SDN Gayam dan poros Kecamatan Gayam-Kalitidu, Bojonegoro, Jawa-Timur,” terangnya.

“Selain itu, jika sore hari saat tenaga kerja pulang yang terkesan kebut-kebutan mengendarai kendaraannya sangat berbahaya bagi warga sekitar, dan pengguna jalan lainnya. Sehingga, patut untuk diberikan tenaga flagmen dititik tersebut, Mas,” imbuh pria yang juga ketua BPD desa Gayam tersebut. (sam) 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *