Pemdes Tak Beri Sanksi Operator

SuaraBanyuurip.comAthok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro – Menyoal hasil Musyawarah Desa (Musdes) Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Pemdes Gayam lebih memilih cara dialogis. Dengan kata lain Pemdes setempat belum memikirkan sikap tegas, seperti ancaman penutupan proyek.

“Kita sadar kalau proyek Banyuurip, Blok Cepu merupakan proyek negara, sehingga mengenai adanya sanksi berupa pemblokiran tidak dikehendaki,” ujar Kepala Desa Gayam, Winto.


Wacana adanya sanksi atau penutupan proyek sempat dilontarkan oleh salah satu warga Gayam, Sudjiran. Namun demikian, sebagai langkah bijak Pemdes Gayam akan berupaya melakukan penyelesaian dengan cara yang bijaksana.

“Kita tidak menghambat proyek negara, namun desa jangan sampai dirugikan,” imbuhnya.


Ketua Badan Permusyawaratan  (BPD) Desa Gayam, Warsito, mengungkapkan pihaknya akan menunggu respon dari pihak operator Blok Cepu, Mobil Cepu Ltd (MC), SKK Migas, dan sejumlah pihak terkait hasil musdes yang dilakukan. “Setelah dikirim hasil Musdes, kita tunggu hasilnya,” tuturnya. 

Camat Gayam,  Hartono, mengatakan, dalam penyelesaian persoalan TKD Gayam,  tidak perlu adannya sanksi, namun bisa dilakukan secara baik-baik. (roz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *