Usaha Ikan Kemasan Beromzet Miliaran Rupiah

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Sekecil apapun peluang usaha jika jeli ditangkap, dan dikembangkan akan memberikan penghasilan yang luar biasa.

Setidaknya inilah yang dirasakan, Suharjo (40), pengusaha pengeringan ikan di Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Dari UD Harjo Jaya miliknya setiap bulan dirinya mendapat omzet hingga miliaran rupiah.

Usaha yang ditekuni Harjo terbilang sederhana. Dirinya kulakan ikan hasil tangkap nelayan didesanya dan daerah lain dijawa timur. Ikan jenis Kembung dan Banyar itu kemudian dijemur dan dikemas dalam wadah karton kemudian dijual lagi ke Tangerang, Depok dan Jakarta.

“Saya hanya memproses ikan segar menjadi ikan kering, gitu saja,“ ujarnya kepada SuaraBanyuurip.com, Selasa (22/4/2014).

Walau terlihat biasa-biasa saja, setiap harinya Harjo mengaku mendatangkan ikan rata-rata 25 ton ikan. Pasokan ikan diperoleh dari Madura, Pasuruan, Probolinggo, Jepara hingga Demak.

“Ikan segar tersebut kemudian ditangani oleh 14 orang karyawan wanita dan 6 orang laki. Ikannya dimasukkan jedingan besar, diawetkan dengan diberikan garam dan es selama 5 hari,“ ujar bapak 2 anak ini.

Baca Juga :   SMKN 1 Lamongan Melaju ke Provinsi

Selama menekuni usaha sejak tahun 2000, Harjo mengaku pantang mengunakan cara pengawetan dengan formalin. Cara yang digunakan konvensional yaitu dengan penggaraman dan pembekuan dengan es batu balok.

Setelah tahap pengawetan, ikan-ikan tersebut disortir oleh karyawannya dan dikemas dalam kemasan karton berukuran 10 Kg per kemasan.

“Sistem gaji karyawan borongan. Untuk satu ton Rp200 ribu,“ jelasnya lagi.

Rata-rata Harjo melakukan pengiriman ikan kering tersebut 2 hari sekali. Sekali kirim sebanyak 8 ton senilai Rp200 juta.  Dirinya menggunakan jasa pengiriman khusus untuk mengirimkan produksinya kejakarta dan daerah sekitarnya.

Selama ini kendala yang selalu dihadapi Harjo adalah cuaca yaitu saat musim penghujan menyulitkan proses penjemuran. Selain itu jika cuaca ektrem sulit mendapatkan pasokan ikan.

Kades Labuhan, Afnan Efendi, ditemui terpisah mengatakan, di Labuhan terdapat sekitar 7 pengusaha pengemasan ikan. Rata-rata tiap pengusaha mempekerjakan 10-17 orang karyawan.

“Selain pengusaha besar juga terdapat pengusaha serupa tapi kelas rumahan. Usaha ini cukup mampu mengangkat ekonomi warga Labuhan,“ ujar Afnan.

Baca Juga :   Pilih Kantor Hukum di Desa, Jalan Sunyi Ichwan Tangani 326 Perkara Setahun

Dia tambahkan, usaha pengawetan ikan tidak membutuhkan bahan bakar seperti premium atau solar, namun cukup menggunakan tenaga alami yaitu cahaya matahari. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *