SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Puluhan warga dari tiga dusun dari Desa Glondonggede, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur meminta kepada PT Holcim Indonesia Tbk pabrik Tuban untuk menyewa jalan lingkungan desa setempat, Rabu (23/4/2014).
Untuk memperjuangkan tuntutannya, mereka melakukan unjuk rasa dengan memenuhi akses jalan desa yang dimaksud. Jalan yang dipermasalahkan warga adalah simpang empat yang menjadi pertemuan antara jalan lingkungan desa, dan jalan akses milik Holcim.
Warga mengatakan, kalau aksi yang mereka lakukan dengan menutup akses jalan menggunakan sebilah bambu adalah wujud kekesalan. Selama ini tidak ada solusi atas negoisasi yang dilakukan antara warga dengan perwakilan dari perusahaan pabrik semen tersebut.
“Ini adalah jalan lingkungan desa. Kami meminta supaya perusahaan menyewa atau memberikan kompensasi kepada desa,†jelas koordinator warga, Ali Imron, ketika di lokasi aksi.
Secara historis, titik jalan yang sekarang menjadi pertemuan antara jalan desa dan pabrik merupakan tanah hibah. Tanah tersebut dihibahkan kepada warga setempat karena membutuhkan jalan.
Selain itu, jalan tersebut merupakan akses masuk menuju ke pemakaman desa setempat. Di samping menjadi penghubung antara Dusun Ketapang, Satrian, dan Dusun Glondong, kesemuanya berada di wilayah Desa Glondonggede.
“Makanya kita meminta Holcim menyewa jalan ini, karena aktivitas masyarakat bagaimanapun menjadi terganggu,†tambah Ali Imron.
Mereka mengaku kesal karena Holcim meminta kepada warga supaya dapat menunjukkan bukti kepemilikan tanah yang dimaksud. Menurut warga, itu adalah hal yang aneh karena di wilayah manapun tidak ada jalan hibah yang disertifikatkan.
“Tidak ada ceritanya desa di Indonesia yang mensertifikatkan jalan hibah,†tambahnya.
Apabila perusahaan tidak mau menyewa jalan yang dimaksud, warga nekat akan melakukan pemblokiran. Aksi mereka dijaga ketat puluhan petugas dari Polres Tuban, dan jajaran Polsek Tambakboyo, dan Polsek Kerek. (edp)