SuaraBanyuurip.com -Â Â Totok Martono
Lamongan- Harga elpiji ukuran 3 kilogram (Kg) terus merangkak naik dari harga eceren tertinggi (HET) yang sudah ditentukan pemerintah. Di Kabupetan Lamongan, Jawa Timur, harga elpiji 3 Kg saat ini rata-rata Rp14 ribu- Rp16 ribu pertabung. Sedangkan HET yang ditentukan Rp12.500.
“Harga elpiji tidak menentu mas. Kadang 15 ribu, kadang Rp16 ribu. Karena memang butuh ya beli saja meski harganya mahal,“ ujar Sumiati seorang warga di Kecamatan Kedungpring kepada suarabanyuurip.com, Kamis (24/3/2014).
Hal yang sama disampaikan Jariah, warga Desa Kuripan, Kecamatan Babat. Dia mengaku, membeli elpiji 3 Kg di kios-kios kecil seharga Rp17.000 per tabung.
“Banyak yang akhirnya menggunakan kayu bakar karena elpiji mahal,“ sambung Jariah.
Kabag Energi dan Pertambangan Bagian Perekonomian Lamongan, Mohammad Anwar dikonfirmasi tentang merangkaknya harga elpiji 3 Kg mengaku, belum  pernah melakukan operasi pasar elpiji.
“Selama ini belum pernah ada operasi elpiji ukuran 3 kg,” sambung Anwar.
Menurutnya, selama ini pasokan elpiji khususnya ukuran 3 Kg masih masih mencukupi dan belum pernah terjadi kelangkaan. Disinggung tentang harga elpiji di pasaran yang mencapai Rp15 ribu-Rp16 ribu, Anwar mengatakan, masih dibatas kewajaran.
“Masih wajar sehingga tidak ada rencana operasi pasar elpiji,” tegas dia.
Meski demikian jika ada laporan dari kecamatan tentang kelangkaan atau tingginya harga elpiji, pihaknya siap melaporkan ke Pertamina untuk dilakukan operasi pasar. (tok)