SuaraBanyuurip.com -Â Ali Musthofa
Blora – Sejumlah anggota DPRD Blora, Jawa Tengah mengelar rapat pembahasaan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah (RAPBD) 2014, Kamis (24/4/2014). Namun, ada beberapa hal yang masih masih menjadi permasalahan sebelum akhirnya RAPBD ditetapkan menjadi APBD.
Wakil Ketua DPRD Blora, Bambang Susilo, usai rapat mengatakan, hasil rapat RAPBD belum ada titik temu. Salah satunya terkait masih ada aspirasi anggota dewan yang  pada tahun 2013 belum dicairkan ingin dimasukkan ke APBD 2014. “Informasi yang saya terima belum bisa dimasukan pada anggaran tahun 2014,†katanya.
Wakil Ketua DPRD yang diprediksi akan menjabat sebagai Ketua DPRD Blora periode 2014 – 2019 itu mengatakan, dalam rapat tersebut HM. Kusnanto, Ketua DPRD Blora tidak dapat menghadiri rapat internal ini. “Saya hanya menjembatani pendapat dari teman-teman untuk di sampaikan ketua, saya tidak bisa mengambil keputusan langsung karena ini wewenang ketua,†tandas Bambang.
Bambang menyebutkan untuk besaran dana aspirasi dewan tahun 2014 sendiri sudah di tetapkan menjadi Rp600 juta. Karena itu, saat ditanya apakah APBD 2014 bisa ditetapkan di awal Mei mendatang, Bambang mengaku optimis itu bisa dilakukan.
“Kemungkinan bisa, kita juga harus kejar waktu ini demi kepentingan Masyrakat Blora,” ungkapnya.
Bambang berpesan kepada rekan-rekan agar menyampingkan ego masing-masing.
Sebelumnya, Bupati Blora, Djoko Nugroho sudah menegaskan kepada seluruh kepala SKPD untuk menyerahkan Rancangan Anggaran Kerja (RKA) terakhir pada hari Jumat (24/4) besuk.
â€Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) jadi tidak jadi jumat (25/4) harus tetap diserahkan,” kata Bupati Blora, Djoko Nugroho.
Demikian pula, belum lama ini Forum Komunikasi Masyrakat Blora (FKMB) juga mendatangi Gedung DPRD Blora untk yang kedua kalinya. Tujuannya ingin menanyakan sejauh mana pembahasan APBD Blora dan mengingatkan kepada pihak eksekutif dan legislatif untuk mengedepankan kepentingan masyarakat Blora. (ali)