SuaraBanyuurip.com -Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Pekerjaan Enineering, procurement and construction (EPC) – 1 Banyuurip, Blok Cepu, yang berpusat di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, telah mencapai 90 persen. Secara otomatis dengan akan rampungnya pekerjaan pembangunan fasilitas pemrosesan minyak mentah berkapasitas 165 ribu hingga 185 ribu barel per hari (BPH) itu akan diikuti dengan pengurangan jumlah tenaga.
“Saat ini kita sedang mengevaluasi tahapan dan komposisi pengurangan tenaga kerja,” kata Community Affairs konsorsium PT.Tripatra-Samsung Budi Karyawan, Jum’at (25/24/2014). Tripatra adalah pelaksana proyek EPC-1 Banyuurip.
Budi berharap, semua pihak harus menyadari kondisi tersebut. Sebab Sebab pekerjaan yang dilakukan sudah tertuang didalam kontrak kerja. Baik Tripatra dengan Mobil Cepu Limited (MCL), maupun subkontraktor dengan Tripatra.
“Pengurangan tenaga kerja merupakan hal yang wajar dalam sebuah proyek. Karena pekerjaan yang dilakukan juga semakin berkurang,” ujarnya, menerangkan.
Sebelumnya Tripatra telah menambah jumlah tenaga kerja sebanyak 1000 orang untuk segera menyelesaikan pekerjaan hingga shift malam. Jumlah total tenaga kerja yang terlibat di proyek EPC- 1 Banyuurip saat ini sekira 6500.(roz)