SuaraBanyuurip.com -Â Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Musim tanam ke dua tahun ini tak dimanfaatkan petani sekitar sumur minyak Alas Tua Barat (ATW), Blok Cepu, di Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, untuk menanam padi. Hal itu disebabkan karena sulitnya pengairan di wilayah setempat menjelang musim kemarau yang diprediksi terjadi bulan ini.
Akibat kondisi itu, petani di sana lebih memilih untuk membiarkan lahannya kosong (bero jawa red) menunggu sampai lahan mulai kering dan akan dilakukan penggarapan untuk persiapan tanam tembakau atau jagung.
“Petani sekitar ATW mayoritas tidak ada yang melakukan tanam padi kedua, Pak. Karena, faktor pangairan yang sulit diperoleh. Andaikan ada yang tanam kedua, itu minim sekali. Hanya petani yang lahannya dekat sungai saja,” kata Parmin warga Desa Sedangharjo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (26/04/2014).
Pria yang berdomisili di Dusun Soko itu, menjelaskan, sehabis panen pertama, petani sekitar ATW mayoritas memilih lahannya biarkan kosong. “Ya terpaksa dikosongkan dulu, Pak. Sambil menunggu lahan mulai mengering baru digarap untuk persiapan menanam tembakau atau jagung,” jelas Parmin yang rumahnya tak jauh dari lokasi ATW, yaitu sekira 300 meter kearah selatan.
“Sudah biasa petani sekitar ATW ini tidak menanam padi kedua, Pak. Karena faktor air yang sulit didapat. Jadi, mayoritas petani dalam setiap tahunnya memilih untuk menanam tembakau, jagung, kacang hijau dalan lain sebagainnya,” sambung Partini petani lain asal Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro. (sam)