SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Boediono, mengapresiasi pemerintahan Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Suyoto, yang memiliki program dialog publik setiap Hari Jum’at yang digelar di Pendopo Malowopati.
Menurut Boediono, program dialog yang dilaksanakan dapat membangun kedekatan antara masyarakat dengan pejabat. Selain itu juga terdapat unsur keterbukaan.
“Ini sangat bagus untuk mengetahui secara langsung aspirasi rakyat,” ujar Boediono yang hadir dalam dialog ditengah-tengah masyarakat umum.
Kepada wapres, Bupati Suyoto, mengatakan, ada beberapa yang menjadi permasalahan di masyarakat Bojonegoro. Diantaranya adalah ketersediaan pupuk bersubsidi. Selain itu tahun ini musim kemarau akan panjang, sehingga pemkab akan membuat skenario menanam tembakau lebih banyak atau tidak.
“Kita punya tabungan untuk membeli benih terbaik,” sambung Suyoto.
Selain itu, lanjut Suyoto, masalah praktek otonomi desa dimana rekruitmen perangkat desa banyak masalah, terkait jalan, pengairan, infrastruktur, dan masih banyak yang butuh perhatian.
Menanggapi hal itu, Boediono, mengungkapkan, secara nasional subsidi pupuk memang berkurang. Subsidi yang diambilkan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dipakai untuk gaji pegawai, subsidi bahan bakar minyak (BBM), subsidi pupuk, dan pembangunan.
“Subsidi  ada batasnya, tetapi bukan berarti harus kekurangan pupuk. Kami akan memikirkan bagaimana ketersediaan pupuk tetap stabil terlebih masa tanam,” tandas Boediono.
“Nanti saya sampaikan kepada Menteri Pertanian,” janji Pak Bud-sapaan akrab Boediono.(rien)