SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Warga di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, berharap bisa memanfaatkan tanah yang dilintasi pipa milik Mobil Cepu Limited (MCL). Pipa untuk mengalirkan minyak mentah dari Banyuuriip itu sepanjang 72 kilo meter yang melintang dari Kabupaten Bojonegoro, menuju bibir pantai yang terletak di Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban.
Saat ini, tanah yang menjadi tempat penanaman pipa tersebut sudah dilakukan pemerataan. Tanah yang sudah diratakan inilah mulai menarik minat masyarakat. Mereka ingin memanfaatkan dan meminjam untuk berbagai keperluan.
“Daripada tanahnya menganggur begitu, akan lebih baik kalau dimanfaatkan orang-orang sini,” kata Warsi (54), salah satu warga yang ditemui di Desa Sumberagung, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Sabtu (2266/4/2014).
Tanah yang sekarang sudah rata tersebut, bisa dipergunakan warga untuk tempat menjemur hasil panen. Ataupun dipergunakan untuk bercocok tanam anek sayuran. Tergantung kondisi tanah yang ada di masing-masing desa.
“Itu kalau boleh, pasti banyak yang memanfaatkan,” kata Ladi (35), salah satu petani yang ditemui di Desa Cendoro, Kecamatan Palang, Tuban.
Diketahui, ada sekitar 6 kecamatan yang menjadi lintasan pipa milik MCL ini. Meliputi Kecamatan Soko, Rengel, Plumpang, Widang, Semanding, dan Kecamatan Palang.
Penanaman pipa tersebut, dilakukan sebagai penunjang produksi puncak lapangan banyuurip yang dioperatori MCL. Pipa digunakan untuk mengalirkan minyak mentah hasil produksi menuju ke tengah laut lepas, sebelum ditampung di Floating Storage Offloading (FSO).(edp)