Meski Tertunda, CSR Terus Mengucur

SuaraBanyuurip.com

 Gas on stream yang ditergetkan pemerintah mundur. Namun Pertamina EP tetap tak henti mengucurkan CSR untuk warga sekitar pabrik.

Sejumlah pekerja berpakaian safety, baju  khas pekerja migas, terlihat berlalu lalang di sekitar central processing plant (CPP) Gundih di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Senin (28/4/2014). Mobil proyek juga terlihat berseliweran keluar masuk lokasi Java Gas Development Project (JGDP) atau Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ).

CPP Gundih merupakan fasilitas yang dibangun Pertamian Eksplorasi dan Produksi (EP) untuk mengolah gas suplai dari beberapa sumur-sumur yang ada di Area Blok Gundih. Saat ini sudah terdapat 8 sumur yang terdiri dari sumur KTB-1, KTB-2, KTB-3, KTB-4, dan KTB-6 yang ada di Kecamatan Kedungtuban, sumur gas KDL-1 yang ada di Kecamatan Randublatung, Sumur Gas RBT-1A, RBT-2A yang ada di Kecamatan Kradenan yang disediakan untuk memasok gas umpan atau commissioning awal untuk dialirkan ke CPP Gundih.

Gas yang dihasilkan dari delapan sumur itu sebesar 50 mmscfd. Setelah diolah di CPP Gundih gas akan dialirkan ke PLTU Tambaklorok, Semarang, melalui pipa PT Sumber Petrindo Perkasa melalui kontrak Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) No. 885/EP0000/2006-S0, tertanggal 21 Desember 2006.

Gas tersebut untuk menggantikan penggunaan diesel yang selama ini digunakan oleh PLTU Tambaklorok. Penggunaan gas ini dipilih karena lebih efisien dengan potensi penghematan anggaran negara hingga Rp21,4 triliun rupiah dibandingkan dengan penggunaan bahan bakar minyak diesel. Selain itu, gas yang terproduksi dari CPP Gundih ini sebagian untuk suplai poyek City Gas di desa-desa ring-1 Area Gundih.

Baca Juga :   Pelipur Lara Warga Tepian Bengawan

Hingga kini, Gas On Stream atau gas siap dijual masih dalam tahap persiapan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, sebagai daerah penghasil sangat menantikan gas on stream dari Blok Gundih.  Alasannya sederha, banyak manfaat yang bisa didapatkan Pemkab Blora, salah satunya ketika produksi gas sudah terjual, saat itu pula penghitungan Dana Bagi Hasil (DBH) gas juga mulai dihitung besarannya untuk masuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Blora.

Sebetulnya, gas gundih ditargetkan pemerintah pusat  pada Juni 2013 lalu sudah mulai terproduksi. Namun target itu mundur. Kemudian Pertamina kembali menargetkan CPP Gundih produksi pada 28 Pebruari 2014 lalu, tapi mundur lagi sampai saat ini.

Mundurnya target itu dikarenakan Pembangunan CPP Gundih dengan nilai kontrak US$ 120 juta yang dilakukan Pertamina EP melalui kontraktornya, Konsorsium PT. Inti Karya Persada Teknik (IKPT) dan PT. Adhi Karya (Persero) Tbk alamai kendala teknis dalam pembangunan konstruksinya.

“Ada sebab tekknis yang menjadikan target ini mundur. Karena itu kami meminta ma’af kepada semua pihhak atas kemunduran target ini,” kata Pejabat Sementara (Pjs) General Manager PT Pertamina EP JGDP (Java Gas Development Project), Pribadi Mahagunabangsa saat peresmian Program CSR bidang infrastruktur dan ekonomi pada Kamis, (24/4/2014) lalu.

Meski hingga kini Gas Gundih belum terjual, namun operator migas Blok Gundih, Pertamina EP telah mengucurkan program-program Corporate Social Responsibility  (CSR) di Desa Sumber dan desa sekitar pabrik. Terbaru, pembangunan jalan Sumber-Menden sepanjang 4,2 kilo meter (KM) senilai Rp3,2 milyar.

Baca Juga :   Makan Bakso Sambil Baca Buku dan Berinternetan

Juga partisipasi bantuan sarana pendidikan berupa meja kursi untuk sekolah, pembangunan Gedung Serbaguna Desa Sumber, dan kerjasama pelestarian budaya batik di wilayah Blora untuk kemandirian ekonomi masyarakat. Program kemasyarakatan itu diresmikan Bupati Blora, Djoko Nugroho, di Balai Desa Sumber.

Program CSR yang digelontorkan Pertamina EP itu merupakan merupakan komitmen perusahaan untuk berkontribusi pada peningkatan ekonomi daerah sekaligus pemberdayaan konten lokal serta  untuk meningkatkan kemandirian masyarakat.

“Sudah menjadi komitmen kami,  tumbuh  dan berkembang bersama masyarakat,” tegas Pribadi Mahagunabangsa.

Selain itu, Pertamina EP juga akan memulai proses pembangunan gedung serbaguna di Desa Sumber yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Blora, Djoko Nugroho. “Harapannya  dengan adanya gedung serbaguna ini nantinya dapat bermanfaat bagi warga Desa Sumber,” sebut  Pripadi.

Untuk CSR di bidang pendidikan, Pertamina EP juga sudahh memberikan kontribusi dengan memberikan 30 set meja dan kursi siswa kepada 2 sekolah di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora. Program CSR di bidang pendidikan dengan biaya sebesar Rp 30 juta untuk memajukan kegiatan belajar mengajar yang ada di sekitar wilayah operasi perusahaan.

“Diharapkan dengan bantuan itu bisa menjadikan warga Sumber mengalami peningkatan kesejahteraan,” tegas  Bupati Blora, Djoko Nugroho.

“Saya minta  masyarakat, pemerintah desa dan kecamatan mendukung proyek negara ini dan jangan terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggungjawab,” pesan Kokok.  (ali musthofa )

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *