SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Kerusakan jalan poros Kecamatan Kalitidu – Gayam menuju sumur minyak Banyuurip, Blok Cepu di wilayah Kecamatan Gayam, dan gas Jambaran di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur disikapi serius oleh warga sekitar. Karena kerusakan jalan sudah cukup parah dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Dari pantauan, jalan sepanjang sekira 8 kilo meter itu sudah banyak berlubang. Lubang itu tersebar merata hampir di sepanjang jalan mulai Dusun Clangap – perempatan Pasar Desa Gayam.
Seorang warga Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Jayanto, mengatakan, penanaman pohon pisang di tengah jalan di Desa Katur itu memunjukkan jika warga sudah kesal dengan kerusakan jalan tersebut. Sebab semenjak mobil pengangkut alat berat operator ladang migas Banyuurip, Blok Cepu, Mobil Cepu Ltd (MCL) masih aktif melewatinya, setiap ada kerusakan jalan langsung diperbaiki, meskipun hanya dengan tambal sulam.
“Namun, saat ini perbaikan menjadi lamban. Padahal jalan itu jalan kabupaten,â€kata Jayanto kepada suarabanyuurip.com, Rabu (30/4/2014).
“Saat ini mobil proyek Banyuurip mayoritas sudah melewati akses road,” lanjut dia.
Sementara, Kepala Dinas PU, Bojonegoro, Andik Tjandra ketika dimintai tanggapan melalu pesan pendek, Rabu (30/04/2014) tentang jalan menuju lokasi Banyuurip yang ditanamai pisang tersebut hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban.
Seperti diberitakan sebelumnya, jalan yang ditanami pisang itu tepatnya di Desa Katur, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, didekat gudang penyimpanan alat berat milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS). (sam) Â