SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Warga Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mempertanyakan program corporate social responsibility (CSR) dari operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Petrochina East Java (JOB P-PEJ) berupa bedah rumah untuk dua rumah di desa setempat.
Ketua RW 01 Desa Ngampel, Karyono, mengungkapkan, program bedah rumah yang sudah direncanakan sejak tahun 2013 bagi warga tidak mampu hingga kini belum juga dilaksanakan oleh operator. Padahal, masih banyak warga yang membutuhkan program lanjutan tersebut.
“Ini yang salah siapa, kok bisa mandeg seperti ini,” tegasnya kepada suarabanyuurip.com, Kamis (1/5/2014).
Sementara itu, Kepala Desa Ngampel, Pujianto, mengungkapkan, rencananya ada dua rumah warganya yang akan dilakukan bedah rumah. Akan tetapi dana dari JOB P-PEJ belum kunjung turun sampai sekarang, sehingga masih ada material bangunan yang belum terbeli.
“Padahal saya sudah menyanggupi membeli material dan lainnya, tapi kalau tidak diganti ya tekor,” imbuhnya.
Dikonfirmasi terpisah, Field Administration Superintendant JOB P-PEJ, Basith Syarwani, belum memberikan tanggapan.(rien)