SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Kegitan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (Migas) Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) menuntaskan Program Aksi Kemitraan untuk Pemberdayaan Masyarakat (Patra Daya) 2025 di empat desa.
Pengelola Lapangan Migas Banyu Urip dan Kedung Keris ini menggandeng mitra dari Lembaga Studi Penguatan Masyarakat (LSPM) sebagai pendamping Patra Daya.
Ketua LSPM, Maksum Rozi ST, M.PWK, mengatakan, pihaknya memberikan pendampingan di Desa Leran, Kecamatan Kalitidu, Desa Wadang, Kecamatan Ngasem, Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro. Serta Desa Cendoro, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban.
“Seluruh program telah tuntas hingga serah terima kepada para penerima manfaat,” kata Maksum Rozi kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (10/12/2025).
Dijelaskan, pada empat desa pendampingan Patra Daya, seluruhnya mendapatkan bantuan peningkatan kualitas pendidikan melalui perbaikan fasilitas belajar bagi para siswa.
Rinciannya, untuk Desa/Kecamatan Gayam sasarannya ialah pada Taman Kanak-kanak (TK) Pandan Arum Gayam, sedangkan Desa Leran, Kecamatan Kalitidu untuk Gedung Madrasah Diniyah Riyadlus Sholihin, dan TK Kirana Desa Wadang, Kecamatan Ngasem.
“Termasuk program yang sama untuk TK PKK di Desa Cendoro, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban,” jelas Maksum.

Salah satu pihak penerima manfaat program, Kepala Desa (Kades) Leran, Muttabi’in mengaku bersyukur, karena kembali mendapat bantuan dari EMCL. Ia meyakini, bantuan yang telah diperoleh sangat bermanfaat untuk masyarakat di Desa Leran.
“Setiap tahun desa kami menerima bantuan dari EMCL, kali ini mendapat bantuan fasilitas bidang pendidikan, kami ucapkan terima kasih kepada EMCL,” ungkapnya.
Sementara itu, Penanggung Jawab Progam EMCL, Feny Kurnia Indiharti, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan bekerja dengan baik untuk menyelesaikan program ini.
EMCL didukung Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) berkontribusi untuk melaksanakan program peningkatan ekonomi masyarakat melalui pembangunan atau perbaikan infrastruktur, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di empat desa.
“Dan saya percaya bahwa hasil yang telah dicapai akan membawa dampak positif yang signifikan bagi masyarakat setempat,” ucap Mbak Feny, begitu ia disapa.
Program di empat desa yang telah tuntas di tahun 2025, kata perempuan ramah ini, merupakan kolaborasi atau kerja sama antara perusahaan, pemerintah desa, tim pelaksana pembangunan, mitra pendamping program, dan masyarakat setempat.
”Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada tim pelaksana yang telah bekerja keras untuk menyelesaikan program ini dengan baik dan semua pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung program ini. Kami berharap infrastruktur yang telah dibangun seterusnya dapat dirawat dengan baik oleh masyarakat untuk manfaat berkelanjutan,” tandasnya.(fin)





