SuaraBanyuurip.com – Ali Musthofa
Blora – Camat Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Dasiran, mengaku jengkel saat memimpin upacara peringatan hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang dipusatkan di Lapangan SMP Negeri 1 Kedungtuban, Jum’at (2/5/2014). Sebab upacara yang diikuti para siswa, guru, berlangsung tidak hikmat.
Hal itu disampaikan Camat Kedungtuban, usai upacara sebelum meninggalkan lapangan upacara. “Seharusnya momen hari pendidikan nasional, diikuti dengan hikmat,” katanya ketika melihat peserta upacara yang ngobrol sendiri dan bergerombol dibelakang barisan yang berserakan.
Berbeda dengan tahun lalu, semua petugas upacara berasal dari Kepala sekolah dan guru. Baik pemimpin upacara, pemimpin pasukan, regu paduan suara sampai dengan pembaca do`a.
Menurut Kepala UTD TK/SD Kecamatan Kedungtuban, Sofaat, itu membuktikan bahwa kepala sekolah tidak hanya memerintahkan saja. “Tapi juga bisa menjadi teladan,” katanya.
Diketahui, upacara tersebut juga diikuti oleh jajaran Muspika Kecamatan Kedungtuban, ratusan guru dan kepala sekolah serta ribuan siswa dari perwakilan sekolah. Dalam upacara yang mengangkat Tema “Pendidikan untuk peradaban indonesia yang unggul” itu juga dibacakan amanat Menteri Pendidikan Republik Indonesia Muhammad Noh tentang pentingnya akses layanan pendidikan dan kualitas pendidikan. (ali)