Penambang Sumur Tua Tolak Tawaran BUMD

SuaraBanyuurip.com -  Edy Purnomo

Tuban – Pemerintah Desa (Pemdes) Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menyebut kalau tawaran dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PD Aneka Tambang maupun dari KSO Pertamina – Tawun Gegunung Energi (TGE) hanya bersifat sesaat.

Tawaran yang dimaksud Pemdes Mulyoagung adalah rencana melakukan pengelolaan sejumlah titik sumur tua yang ada di wilayah desa setempat. PD Aneka Tambang akan mengelola 10 titik sumur tua, sementara KSO TGE akan melakukan pengelolaan lapangan yang ada di sana.

“Tawaran dari Aneka Tambang atau TGE ke penambang itu hanya bersifat sementara,” kata Kades Mulyoagung, Muhail.

Hail mengatakan, kalau tawaran itulah yang menjadikan penambang tetap bersikukuh menolak pengelolaan sumur tua yang ada di sana. Dia mencontohkan, seperti tawaran untuk pembangunan akses jalan dan beberapa infrastruktur lain.

“Kalau infrastruktur dan jalan sudah selesai, apa yang mesti dikerjakan lagi?” tanya Hail.

Penambang berharap, baik itu TGE ataupun BUMD melibatkan mereka dalam pengelolaan sumur tua. Atau melibatkan mereka dalam pekerjaan yang sifatnya berkelanjutan. Sehingga selama sumur-sumur yang ada di sana masih menghasilkan, masyarakat masih dapat ikut menikmati dengan tetap bekerja di sana.

“Jadi selama sumur tua tersebut masih berproduksi, mereka juga masih dapat bekerja,” kata Hail menerangkan.

“Jangan sekedar melibatkan dalam pekerjaan ataupun proyek yang sifatnya sementara,” tandasnya.(edp)

Baca Juga :   Pemkab Tolak Pembahasan Raperda Diteruskan

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *