SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – PT Pertamina terus meningkatkan pengawasan pendistribusian Elpiji 3 Kilogram (Kg) bersubsidi di masyarakat. Salah satu caranya adalah melalui kebijakan sistem monitoring elpiji yang akan dilaunching pada akhir bulan mei 2014 ini.
“Nanti elpiji ukuran 3 Kg ini hanya digunakan oleh masyarakat yang tidak mampu saja,” tegas Manajer Media Pertamina, Adiatma Sardjito, Sabtu (3/4/2014).Â
Dia menjelaskan, kebijakan monitoring elpiji akan ditetapkan dalam peraturan pemerintah dan dipastikan masyarakat yang kurang mampu saja yang dapat membeli elpiji ukuran 3 Kg bersubsidi.Â
Sementara itu, salah satu toko yang menjual Elpiji di Desa Jetak, Kecamatan Kota, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Budiono, mengatakan, pembelian tabung gas oleh konsumennya memang cenderung meningkat pada ukuran 3 Kg dibandingkan dengan ukuran 12 Kg.Â
“Mungkin karena harga tabung besar sekarang sangat mahal, makanya banyak yang beralih ke tabung kecil,” ujar Budiono.
Meskipun begitu, dia mengaku, tidak mengetahui secara pasti apakah pembelinya tersebut adalah orang kaya atau orang tidak mampu. Karena tokonya melayani semua pembeli tanpa menanyakan strata sosial.
“Masa saya harus tanya dulu apa dia orang kaya atau miskin, ” ujarnya sambil bercanda.(rien)