Jalan Menuju Sumur ATW Ditanami Pisang

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro – Sebagai bentuk protes atas kerusakan jalan yang tak kunjungi diperbaiki, warga menanam pohon pisang di jalan menuju lokasi sumur migas Alas Tua Barat (ATW), Blok Cepu.

Informasi yang diperoleh menyebut, pohon pisang itu ditanam di jalan rusak tepatnya di dekat Pasar Desa Jampet, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Jawa Timur sejak Sabtu (03/5/2014) kemarin. Jalan yang ditanami pisang itu dalam kondisi berlubang. Jalan sepanjang sekira 15 kilo meter (Km) itu merupakan jalan poros Kecamatan Ngasem – Kalitidu.

Seorang warga Desa Jelu, Kecamatan Ngasem, Tulus, mengaku, tak mengetahui siapa yang menanami pisang jalan tersebut.

“Sejak kemarin saat saya melintas di Pasar Desa Jampet sudah ada berdiri sebatang pohon pisang di titik jalan yang berlubang itu, Pak,” kata Tulus kepada suarabanyuurip.com, Minggu (04/05/2014).

Sebatang pohon pisang ditanam dengan diapit batu dan potongan batang pisang itu dimungkinkan sebagai bentuk protes warga, dan tanda bahwa titik tersebut ada lubang berbahaya. Karena di jalan yang berstatus jalan pekerjaan umum (PU) itu sering terjadi kecelakaan.

Baca Juga :   Minim Rambu-rambu, Proyek Drainase PUK Ngasem-Ngambon Dikeluhkan Pengguna Jalan

“Kemungkinan warga kesal, dan sebagai tanda kalau ada lubang. Agar pengguna jalan yang melintas dijalur yang juga menuju lokasi sumur ATW, dan jalur pipa minyak Banyuurip, Blok Cepu itu tau kalau ada lubangnya, Pak,” ujar Tulus, mengungkapkan.

“Saya tidak menyalahkan siapapun, Pak. Terpenting, Pemkab Bojonegoro segera membangun jalan yang banyak lubangnya ini, Pak. Tidak hanya dibangun tambalsulam saja. Tetapi, dibangun total dengan hotmic. Agar transportasi di jalan tersebut lancar dan tidak rawan terjadinya kecelakaan,” sambung Suparman, warga Desa Jampet, Kecamatan Ngasem. (sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *