ELpiji 3 Kg Mahal, Pedagang Batasi Stok Penjualan

SuaraBanyuurip.com -  Ririn Wedia

Bojonegoro – Masyarakat Bojonegoro, Jawa Timur, khususnya kalangan ibu rumah tangga mengeluhkan naiknya harga Elpiji ukuran 3 Kilogram (Kg) yang mencapai Rp17.000 tiap tabung.

Tarsiyem, warga Desa Mojoranu, Kecamatan Dander, mengatakan, sudah hampir satu bulan berjalan, harga isi ulang Elpiji ukuran 3 Kg naik dari awalnya Rp 16.000 kini menjadi Rp 17.000.

“Sekarang kalau pakai gas ya diirit-irit, Mbak,” kata pedagang sayur ini.

Sementara itu, beberapa pedagang Elpiji mulai melakukan pengurangan stok terutama ukuran 3 Kg. Bahkan tidak semuanya pembeli dilayani dengan tujuan mencukupi kebutuhan masyarakat sekitar.

“Saya jual Elpiji untuk langganan saja Mbak. Kalau ada yang beli borongan naik sepeda motor gitu tidak saya layani,” kata Mutmainah, salah satu pedagang Elpiji di pasar desa Mojoranu.

Mutmainah mengakui, sejak beberapa bulan terakhir harga Elpiji memang naik turun, seperti saat ini yang naik sekitar Rp500 tiap tabung. Oleh sebab itu dirimya mengambil stok dari agen hanya bekisar 40-50 tabung saja.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bojonegoro, Basuki, mengatakan, pada tahun 2013 lalu Bojonegoro mendapatkan jatah tabung hijau sebanyak 2,4 juta tabung, sedangkan tahun 2014 ini sebanyak 2,6 juta tabung.

“Untuk harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kg di agen sebesar Rp 14.000, tetapi bisa mahal apabila sampai pada tangan pengecer,” tukasnya.(rien) 

Baca Juga :   Pet Shop Mulai Dilirik di Tuban

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *