SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Budidaya  udang vanami menjadi primadona para petani  tambak di Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Menurut Camat Turi, Yunan, dari 19 desa di wilayahnya mayoritas warga menggeluti budidaya udang vanami.
Sebelumnya mereka menanam bandeng dan windu.
“Namun sejak enam tahun terakhir beralih pada udang vanami,“ kata Yunan kepada suarabanyuurip.com, Senin (5/5/2014).
Harga jual udang vanami yang cukup tinggi dan masa panen yang singkat menjadi alasan petambak Turi melakukan budidaya udang vanami.
“Untuk penjualan masa panen biasanya para bakul langsung datang membeli ke petani. Kemudian dilempar lagi kepabrik-pabrik untuk pasokan eksmpor,“ jelas Yunan.
Seorang petambak udang vanami  di Desa Geger, Tohir, mengaku, budidaya udang vanami jauh lebih menguntungkan dari pada ikan bandeng atau udang windu.
“Keuntungannya bisa 3 kali lipat antara vanami dengan windu atau bandeng,“ ujar Tohir, menerangkan.
Tohir mengaku, dalam setahun bisa menanam udang vanami hingga 3 kali. Yakni saat musim penghujan antara bulan November- Juni.
Selain itu, lanjut dia, harga jual udang vanami selalu stabil. Harga jualnya tergantung dari besar kecilnya udang.
“Yang 1 kilogram berisi70 ekor harganya Rp 60 ribu, yang berisi 100-120 ekor perkilogram harganya Rp 45 ribu dan yang berisi 40 – 50 ekor harganya Rp 80 ribu- Rp90 ribu,“ kata Tohir, menjelaskan. (tok)