Eksis 49 Tahun, Koperasi Kareb Bojonegoro Rawat Pekerja Rokok Seperti Keluarga Sendiri

Koperasi Kareb.
Sekretaris Koperasi Kareb Bojonegoro, Jawa Timur, Widarko di tengah para buruh pelinting sigaret kretek tangan.(arifin jauhari)

Suarabanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro — Koperasi Karyawan Redrying Bojonegoro (Kareb) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, telah eksis selama 49 tahun sejak berdiri pada 1976. Hampir setengah abad beroperasi, koperasi yang bergerak di industri sigaret kretek tangan (SKT) ini merawat para pekerjanya bagaikan keluarga sendiri.

Anis Yuliati, mengaku telah bekerja di Koperasi Kareb selama 27 tahun. Selama itu pula, ia memperoleh kesejahteraan dan perlindungan sosial bergabung di industri padat karya ini. Ia bahkan merasakan hubungan antar karyawan dan pimpinan seperti berada dalam satu keluarga besar.

“Bekerja di Koperasi Kareb ini hubungannya sudah kayak bapak sama anak gitu, nggak kayak pimpinan dan bawahan,” tutur perempuan biasa disapa Neng Anis ini kepada suarabanyuurip.com, Senin (22/9/2025).

Neng Anis sejak bergabung hingga kini berada di Mitra Produksi Sigaret (MPS) Kapas. Pertama kali, ia bekerja sebagai buruh pelinting SKT selama 1 tahun. Berikutnya berpindah di bagian multimedia selama 1 tahun. Lalu bergeser di bagian poliklinik karyawan selama 6 tahun.

“Paling lama sebelum di posisi saat ini sebagai K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Saya di bagian Employer Relation selama 14 tahun, kalau K3 sekarang 5 tahun jalan,” ujarnya.

Menurut ibu satu anak ini, MPS Kapas sebagai bagian dari Koperasi Kareb, adalah satu satunya dan perusahaan pertama yang membayar gaji karyawan pabrik rokok di atas Upah Minimum Kabupaten (UMK) dan juga menjanjikan jenjang karir.

“MPS Kapas ini MPS tertua di Jatim. Kesejahteraannya luar biasa, hak-hak karyawan diberikan baik cuti haid, cuti hamil, cuti melahirkan, dan cuti-cuti yang lainya. Ketika Hari Raya MPS Kapas memberikan THR dan bonus masa kerja,” ungkapnya.

Baca Juga :   Peresmian MPS di Bojonegoro, Gubernur Khofifah Puji Koperasi Kareb Punya Korporasi

“Kami juga mendapat asupan nutrisi gratis tiap hari Selasa,” lanjutnya.

Sepanjang 27 tahun bekerja MPS Kapas, Anis telah mendapat berbagai manfaat. Upahnya bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, biaya menyekolahkan anak, membeli motor, sampai membayar cicilan rumah. Namun itu tak hanya ia saja yang mengalami. Banyak sejawatnya mengalami kehidupan lebih baik.

“Teman-teman banyak juga yang mampu menabung untuk beli mobil, rumah, dan membiayai anak mereka sampai sarjana dan pascasarjana,” bebernya.

Terpisah, Sekretaris Koperasi Kareb Bojonegoro, Widarko mengatakan, saat ini pihaknya menaungi sekira 7.000 karyawan tersebar pada enam unit usaha. Yakni MPS di Kapas dan Dander. Lalu Pengeringan tembakau (Redrying) di Jalan Basuki Rahmat, Unit Usaha Distribusi melayani Lamongan, Tuban, dan Bojonegoro, ritel yaitu Toko Kareb, dan unit usaha transportasi dump truck.

“Seluruh unit tersebut berkonsep padat karya. Pengupahan para karyawan kami sesuaikan dengan peraturan, bahkan di atas UMK,” katanya.

Koperasi Kareb tidak hanya fokus pada kesejahteraan karyawan. Tapi juga memperhatikan kesehatan karyawan. Semua karyawan dan keluarganya terjamin dalam Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

“Kami juga berikan makanan bergizi, harapannya nutrisi karyawan terjaga sehingga kesehatan mereka terjaga, dan bahagia, karena mereka kan sama saja dengan kita, jadi tidak ada jarak antara kami dengan mereka, kami saling menyayangi seperti keluarga kami sendiri,” terang pria yang pernah menjadi security Koperasi Kareb ini.

Baca Juga :   Cukup Bukti, Dugaan Korupsi APBDes Drokilo Bojonegoro Berpotensi Ada Penetapan Tersangka

Selain itu, Koperasi Kareb juga memberikan perhatian untuk meningkatkan jenjang pendidikan karyawannya dengan membangun gedung perguruan tinggi. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) rencananya dibangun di kompleks MPS Dander. Saat ini nota kesepakatan antar kedua lembaga telah ditandatangani.

“Tidak menutup kemungkinan kami juga bekerja sama dengan perguruan tinggi lainnya, dengan jurusan yang dibutuhkan oleh karyawan, sehingga mereka bisa bekerja sekaligus bisa kuliah, waktunya bisa diatur, tentu ini membuka kesempatan bagi karyawan berkarir, tidak hanya di bagian produksi,” tandasnya.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Kadisdagkop UM) Kabupaten Bojonegoro, Retno Wulandari menyatakan, Koperasi Kareb adalah salah satu jenis koperasi produsen di Bojonegoro dengan status aktif.

Koperasi Kareb memiliki salah satu unit usaha yang dijalankan berupa industri sigaret kretek tangan. Dengan jenis usaha tersebut Koperasi Kareb telah membuka dan menyerap lapangan kerja.

“Disdagkop UM terus mendorong Koperasi Kareb untuk menjadi mitra bagi koperasi lain di Bojonegoro,” tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah, Mediator Hubungan Industrial Ahli Muda Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro, Rafiudin Fatoni membenarkan, secara keseluruhan jumlah tenaga kerja terdata meliputi Koperasi Karep, MPS Kapas, dan PT Kareb Alam Sejatera (KAS) mencapai lebih dari 7.000 orang.

“Secara Hubungan Industial (HI) Koperasi Kareb tergolong perusahaan yang sudah memenuhi aturan ketenagakerjaan baik dari segi pengupahan, K3 maupun sarana hubungan industrial lain,” tegasnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait