Pelaku Sodomi Mengaku Sakti

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban  – Sawal Muna (45), asal Kendari, Sulawesi Tenggara, mengaku kepada korban yang dia sodomi bisa melakukan transfer ilmu dalam.

“Salah satu caranya melakukan transfer ilmu tenaga dalam ya korban harus disodomi,” jelas Kasatreskrim Polres Tuban, AKP Wahyu Hidayat, Senin (5/2/2014).

Wahyu mengatakan, sebelumnya korban EF (24), yang saat itu masih berusia 16 tahun bertemu dengan korban di salah satu masjid yang ada di Jalan Pemuda, Tuban, pada tahun 2005 lalu. Pelaku kemudian mengajak korban, dan memberikan minum air putih sambil mengatakan kalau air itu mempunyai kasiat sebagai obat keluarga yang sakit.

“Katanya air itu sudah ada asma, dan berisi dengan khodam,” kata Wahyu menambahkan.

Selanjutnya korban diajak tersangka menuju pantai Boom Tuban. Pada tahun 2005 lalu, pantai Boom memang terkenal sebagai tempat yang digunakan untuk menuntaskan syahwati.

“Di pantai Boom dia bilang mau transfer, dan pengisian kanuragan karena di tempat itu sepi,” kata Wahyu.s

Baca Juga :   Pengangkutan Alat Berat Disepakati di Atas Pukul 10 Malam

Setelah berada di lokasi, tersangka berdalih supaya ilmu kanuragan tersebut bisa masuk, maka pelaku harus melakukan sodomi korban. Sebagai perantara masuknya tenaga dalam.

“Kemudian korban yang saat itu masih 16 tahun diciumi, dan celananya dilucuti, selanjutnya disodomi,” kata Wahyu.

Sawal Muna, ketika menjalani pemeriksaan di ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tuban, mengaku kalau dia memang kerap tertarik apabila melihat anak laki-laki.

“Saya memang baru-baru ini suka perempuan, kalau dulu lebih tertarik laki-laki,” kata Sawal Muna disela-sela pemeriksaan. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *